Pebalap penguji KTM, Dani Pedrosa, mengaku terkejut dengan keputusan Repsol Honda yang memberi izin Marc Marquez untuk menjajal motor barunya, Ducati Desmosedici. Pedrosa terkejut karena kebijakan itu bukan kebiasaan Honda.
Marc Marquez resmi pisah jalan dengan Honda di akhir musim 2023. Mulai musim 2024, Marquez akan membela tim satelit Ducati, Gresini Racing. Meski nanti akan berpisah, Repsol Honda punya hak untuk tidak memberi izin Marquez mencoba motor Ducati di tes Valencia bulan ini. Tapi yang terjadi sebaliknya, Honda memberikan izin.
"Jadi (tes ini) sangat penting untuk pebalap ketika berganti tim. Begitu cara kami memahaminya. Ini adalah sesuatu yang terjadi dan prosesnya harus normal, sehingga tidak ada keberatan dari Honda (untuk mengizinkan Marquez mengetes motor Ducati)," kata manajer Repsol Honda, Alberto Puig.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan pebalap Repsol Honda yang sekarang bekerja untuk KTM, Dani Pedrosa, mengaku terkejut dengan sikap lunak Honda terhadap Marquez. Sebab di masa lalu, pabrikan Jepang itu tak segan-segan mempersulit pebalapnya yang pindah tim di akhir musim, dengan tidak memberinya izin mencoba motor dari tim barunya.
"100% saya terkejut dengan fasilitas yang diberikan HRC kepada Marc Marquez untuk menguji Ducati pada tes Valencia 2023 tanggal 28 November. Itu sangat berbeda dengan biasanya, saya tidak familiar (dengan keputusan itu)," kata Pedrosa dikutip dari Motosan.
Pendapat Pedrosa beralasan. Sebab di masa lalu, Repsol Honda punya rekam jejak tidak mengizinkan pebalapnya mencoba motor pabrikan lain sebelum kontraknya benar-benar habis di akhir tahun. Contoh saat Valentino Rossi memutuskan pindah dari Honda ke Yamaha pada 2004, Honda tak mengizinkan Rossi mencoba Yamaha M1 sampai kontraknya berakhir di tanggal 31 Desember 2003. Alhasil, The Doctor pun baru bisa menjajal Yamaha M1 di tes awal tahun 2004.
"Saya tidak bisa mengatakan lebih banyak (soal keputusan Repsol Honda terhadap Marquez) karena saya tidak di sana, saya tidak tahu seperti apa mereka sekarang. Tapi dari luar, mereka memberikan sensasi (keputusan) yang sangat berbeda dari Honda sebelumnya," ungkap Pedrosa.
(lua/dry)
Komentar Terbanyak
Pajak Mobil Indonesia Dicap Paling Tinggi Sedunia
Bayangin Aja! Pajak Toyota Avanza Rp 150 Ribu, Nggak Ada Gesek 5 Tahun Sekali
RI Digusur Malaysia, Ini Sederet Dampak Buruk Penjualan Mobil Turun Terus