Semua Pebalap Berteman Bikin MotoGP Enggak Seseru Dulu

ADVERTISEMENT

Semua Pebalap Berteman Bikin MotoGP Enggak Seseru Dulu

Septian Farhan Nurhuda - detikOto
Sabtu, 03 Des 2022 10:02 WIB
SCARPERIA, ITALY - MAY 22:  Jorge Lorenzo of Spain and Movistar Yamaha MotoGP leads Valentino Rossi of Italy and Movistar Yamaha MotoGP and Marc Marquez of Spain and Repsol Honda Team during the MotoGp of Italy - Race at Mugello Circuit on May 22, 2016 in Scarperia, Italy.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
MotoGP sekarang dianggap kurang seru karena seluruh pebalap berkawan baik. Foto: Mirco Lazzari / Getty Images
Jakarta -

Baru-baru ini, Jorge Lorenzo mengatakan, tingkat keseruan MotoGP menurun lantaran seluruh pebalap berteman. Kini, menurutnya, tak ada lagi rivalitas antara satu rider dengan yang lain. Sehingga, tak banyak drama tersaji di lintasan.

Padahal, kata Lorenzo, pebalap MotoGP zaman dulu selalu terlibat gesekan sengit saat perlombaan. Bahkan, tak jarang, perselisihan tersebut berlanjut hingga ke luar lintasan.

"Saat ini, semua pebalap terlihat berkawan. Cara bicara Quartararo ke Bagnaia tidak sama seperti saat saya bicara ke Rossi. Kemudian cara bicara Bagnaia ke Martin tidak sama seperti saat Rossi bicara ke Stoner. Kini, semuanya punya hubungan baik," ujar Lorenzo, dikutip dari Cycle World, Sabtu (3/12/22).

VALENCIA, SPAIN - NOVEMBER 06: Francesco Bagnaia of Italy and Ducati Lenovo Team hugs his title rival at parc ferme after the race of the MotoGP Gran Premio Motul de la Comunitat Valenciana at Ricardo Tormo Circuit on November 06, 2022 in Valencia, Spain. (Photo by Steve Wobser/Getty Images)Francesco Bagnaia dan Fabio Quartararo Foto: Getty Images/Steve Wobser

Lorenzo kemudian mengenang rivalitas sengit antara Valentino Rossi dengan Casey Stoner dan Max Biaggi di masa lalu. Kala itu, menurutnya perlombaan terasa seru dan bisa memacu adrenalin penonton. Kini, pemandangan tersebut sudah jarang terlihat.

"Saya menghormati semua pebalap, tapi rivalitas membuat penonton menjadi lebih bersemangat. Saya jadi teringat persaingan antara Rossi dengan Stoner atau Rossi dengan Biaggi. Kala itu, rivalitas membuat semuanya terlihat seru," ungkapnya.

MotoGP Sekarang Kurang Seru

Komentator sekaligus pengamat MotoGP asal Italia, Matteo Guerinoni agaknya sependapat dengan Lorenzo. Menurutnya, kejuaraan balap motor tersebut mulai kehilangan daya tarik usai seluruh pebalap saling berkawan baik.

"Sekarang ini yang bikin MotoGP jadi boring apa? Fairplay, political correct antara semua pebalap," ucap Matteo, dikutip dari kanal Youtube MSGP.

Matteo kemudian teringat bagaimana kerasnya rivalitas Mick Doohan dengan Alex Criville, Valentino Rossi dengan Max Biaggi, Casey Stoner, Jorge Lorenzo dan Marc Marquez, serta Marco Simoncelli dengan Dani Pedrosa.

"Itu mereka musuhannya setengah mati. Bahkan Rossi dan Lorenzo sampai dibangunin tembok, mereka benci satu sama lain. Ini yang bikin orang di rumah selalu nunggu-nunggu hari Minggu (untuk nonton MotoGP)," tuturnya.

Italian MotoGP rider Valentino Rossi (N°46) on his Fiat Yamaha, leads in front of Australian Casey Stoner on his Ducati, during the Red Bull US Grand Prix in Laguna Seca, California, July 20, 2008. Rossi won the race, Casey Stoner took the second place and Chris Vermeulen the third.  AFP PHOTO GABRIEL BOUYS / AFP PHOTO / GABRIEL BOUYSValentino Rossi lawan Caset Stoner. Foto: GABRIEL BOUYS/AFP

Dia melihat, kali terakhir MotoGP menarik disaksikan adalah tujuh musim lalu atau tepatnya pada tahun 2015. Kala itu, Rossi dan Marquez bersaing ketat hingga berulang kali terlibat gesekan. Puncaknya terjadi di Malaysia ketika Rossi diduga menendang motor Marquez.

"Ini yang sekarang tidak kelihatan. Kalau kalian lihat, selesai balapan, Pecco peluk Fabio, Fabio peluk Miller, Miller joking (bercanda), ini yang apaan sih?! Ini enggak ngebantu olahraga ini (menjadi lebih seru). Ini kayak hari Minggu kita pergi piknik," kata Matteo.



Simak Video "Ada Nomor #63 dalam Nomor Balap #1 Bagnaia"
[Gambas:Video 20detik]
(sfn/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT