Penyesalan Terbesar Vinales karena Tinggalkan Suzuki

ADVERTISEMENT

Penyesalan Terbesar Vinales karena Tinggalkan Suzuki

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 29 Nov 2022 10:39 WIB
ALCANIZ, SPAIN - SEPTEMBER 09: Maverick Vinales of Spain  and Aprilia Racing Team Gresini  looks on during the press conference pre-event during the MotoGP of Aragon - Previews at Motorland Aragon Circuit on September 09, 2021 in Alcaniz, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Maverick Vinales menyesal telah tinggalkan Suzuki. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Maverick Vinales mengaku menyesal telah meninggalkan Suzuki di masa lalu untuk bergabung dengan Yamaha. Pebalap MotoGP yang kini membela Aprilia Racing tersebut mengatakan bahwa dia akan menjadi fans Suzuki selamanya.

Vinales mengalami pasang surut di MotoGP. Diprediksi memiliki karier cemerlang di Yamaha, pebalap asal Spanyol tersebut tak mampu memenuhi harapan pabrikan Iwata, hingga akhirnya harus berseteru dengan timnya sendiri dan memutus kontrak setahun lebih awal bersama Yamaha.

NORTHAMPTON, ENGLAND - SEPTEMBER 04:  Maverick Vinales of Spain and Team Suzuki ECSTAR celebrates his first victory in MotoGP under the podium at the end of the MotoGP race during the MotoGp Of Great Britain - Race at Silverstone Circuit on September 4, 2016 in Northampton, England.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)Maverick Vinales saat masih membela Suzuki Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

"Saya akan tetap mencintai Suzuki. Saya pikir, satu-satunya kesalahan yang saya buat dalam karier saya adalah meninggalkan tim itu," terang Vinales dikutip dari Motosan.

Sebagai informasi, Maverick Vinales membela Suzuki selama dua musim, yakni di 2015 dan 2016. Di musim debutnya, Vinales bisa finis di posisi 12 dengan angka 97 poin. Pada musim 2016, Vinales tampil apik dan mampu menyudahi musim di peringkat 3 dengan koleksi 202 poin.

Melihat performa yang impresif, Yamaha pun kepincut menggunakan jasa Vinales. Pada 2017, Vinales akhirnya pindah ke Yamaha untuk menggantikan posisi Jorge Lorenzo, yang menyeberang ke Ducati.

Membela Yamaha selama kurang lebih 4,5 musim, Vinales tidak mampu meneruskan tongkat estafet dari Jorge Lorenzo. Vinales hanya mampu bersaing di posisi lima besar.

Pada musim 2017 dia finis di posisi tiga, lalu musim berikutnya finis posisi empat, kemudian di musim 2019 Vinales finis di posisi tiga lagi. Dan di tahun keempatnya, rider berjuluk Top Gun itu melorot di posisi keenam.

Di tahun kelimanya, Vinales bersitegang dengan Yamaha, hingga akhirnya Vinales dan Yamaha sepakat memutus kontrak di pertengahan MotoGP 2021. Musim itu Vinales melakoni 10 race bersama Yamaha dan 5 race bersama tim barunya, Aprilia. Di akhir musim itu Vinales finis di peringkat 10.

Sementara itu, Suzuki yang ditinggalkan oleh Vinales justru semakin membaik. Puncaknya pada musim 2020, mereka berhasil meraih gelar juara dunia MotoGP melalui pebalapnya, Joan Mir. Mungkin andai saat itu Vinales masih di Suzuki, bisa jadi dia yang akan mendapatkan gelar juara dunia.



Simak Video "Podium Perdana Maverick Vinales Bersama Aprilia"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT