ADVERTISEMENT

Sindiran Pedas Ducati pada KTM: Kami Berinovasi, Pabrikan Lain Copy Paste

Luthfi Anshori - detikOto
Kamis, 28 Jul 2022 14:09 WIB
CEO Ducati, Claudio Domenicali
CEO Ducati Claudio Domenicali (Foto: Dina Rayanti/detikOto)
Jakarta -

CEO Ducati, Claudio Domenicali, melontarkan pernyataan bernada sindiran kepada KTM, yang sempat mengkritik inovasi winglet penemuan Ducati. Menurut Domenicali, Ducati selalu berinovasi, pabrikan lainnya hanya bisa meniru. Parahnya lagi, mereka justru mengkritik perangkat yang ditirunya tersebut.

Kilas balik ke bulan Mei 2022, saat itu KTM meminta penggunaan winglet di motor MotoGP dilarang. Alasannya, penggunaan winglet dianggap membuat balapan jadi membosankan. Sejumlah pebalap mengeluhkan motornya tidak bisa menyalip saat race di Sirkuit Jerez (Spanyol) dan Sirkuit Le Mans (Prancis). Salah satu pebalap yang mengeluhkan hal itu adalah Marc Marquez (Repsol Honda).

Merespons keluhan para pebalap, KTM pun lantang bersuara untuk mempertimbangkan opsi meniadakan perangkat winglet di ajang MotoGP. Alasannya, winglet bisa meningkatkan kecepatan maksimal, yang terkadang dapat menurunkan tingkat keselamatan pengemudi, dan balapan berisiko menjadi membosankan.

DOHA, QATAR - MARCH 18:  Andrea Iannone of Italy and Ducati Team rounds the bend during the MotoGp of Qatar - Free Practice at Losail Circuit on March 18, 2016 in Doha, Qatar.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)Winglet Ducati Foto: Getty Images/Mirco Lazzari

"Hal yang serius adalah bahwa rider tak dapat lagi menyalip dengan normal. Mereka harus lebih dekat untuk dapat kesempatan menyalip. Tapi jika mereka terlalu dekat dengan pengendara di depan, roda depan terlalu panas, jadi Anda harus menjaga jarak. Tapi jika Anda menjauh, di ujung lurus mereka terlalu jauh untuk memulai manuver menyalip," kata Direktur Olahraga KTM, Pit Beirer, kepada Speedweek.

Lanjut Beirer menambahkan, aturan di MotoGP harus diubah demi menciptakan sebuah balapan yang adil. Artinya, seseorang pebalap harus bisa melewati saingannya ketika motor dia memiliki kecepatan yang lebih baik. Dengan winglet, hal itu sulit dilakukan.

"Di KTM, kami tidak pernah menyembunyikan fakta bahwa kami juga butuh perangkat winglet. Tapi kami harus berhati-hati untuk tidak mengembangkan motor yang sangat kuat yang tidak memungkinkan menyalip secara normal. Kami punya masalah biaya, keamanan, dan kecepatan maksimum. Dan karier yang membosankan juga tercipta. Kami ingin menghindari itu," katanya lagi.

Ducati Desmosedici GP22Motor MotoGP Ducati dengan winglet terintegrasi bodi Foto: Ducati

CEO Ducati, Claudio Domenicali, dalam sebuah kesempatan di acara World Ducati Week 2022, akhir pekan lalu, secara tidak langsung melontarkan sindiran terhadap KTM atas upayanya tersebut.

Menurut Domenicali, Ducati selalu menyajikan evolusi yang konstan musim demi musim. Sebuah evolusi, bagaimanapun, akan selalu dikritik oleh pabrikan lainnya.

"Anda memiliki (inovasi) sayap (winglet) dan yang lain tidak memilikinya dan mereka berhasil membuat perangkat tersebut dilarang, tetapi kemudian Anda berhasil menemukan cara untuk menggunakannya (dengan winglet terintegrasi) dan orang lain (kemudian) menyalin (inovasi) Anda. Mereka mengkritik dan kemudian mereka menggunakannya juga. Mereka harusnya juga bisa menciptakan sesuatu," ujar Domenicali dikutip dari Motosan.



Simak Video "Tes KTM 250 Adventure: Speknya Istimewa, Gayanya Khas Eropa"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT