ADVERTISEMENT

Impian Indah Pol Espargaro Bersama Honda Berubah Jadi Mimpi Buruk

Dina Rayanti - detikOto
Senin, 04 Jul 2022 13:12 WIB
LOMBOK, INDONESIA - MARCH 19: MotoGP rider Pol Espargaro #44 of Spain and Repsol Honda Team competes during the qualifying round of the MotoGP Grand Prix of Indonesia at Mandalika International Street Circuit on March 19, 2022 in Lombok, Indonesia. (Photo by Robertus Pudyanto/Getty Images)
Impian Pol Espargaro bersama Honda berubah menjadi mimpi buruk. Foto: Getty Images/Robertus Pudyanto
Jakarta -

Bisa bergabung dengan tim pabrikan besar sekelas Repsol Honda mungkin menjadi impian bagi beberapa pebalap. Itu juga yang menjadi salah satu mimpi bagi pebalap asal Spanyol, Po Espargaro.

Ia tidak menyangka ketika ada motor Repsol Honda ada di garasi rumahnya di Andorra pada 4 Januari 2021 dan merasa seolah mimpi jadi kenyataan. Tapi 16 bulan setelahnya, mimpi indah itu terlihat mulai jadi malapetaka.

Pol Espargaro mengawali musim balap MotoGP tahun 2022 dengan cukup baik. Pada seri pembuka di MotoGP Qatar, Pol Espargaro berhasil berdiri di podium ketiga. Namun semakin ke sini performanya justru menurun. Pekan lalu, Pol sempat datang ke Sirkuit Assen untuk mengikuti MotoGP Belanda. Tapi ia justru memutuskan mundur karena mengalami insiden yang cukup parah di Saschenring.

"Dari kejadian itu saya tahu akan lebih menderita minggu ini daripada di Jerman," jelas Pol belum lama ini dikutip Speedweek.

Sebelum mundur, Pol telah berusaha meski tengah menderita cedera dan masalah pernafasan. Ambisi sekaligus ekspektasi tingginya dengan motor Honda justru membuatnya terjatuh sebanyak 20 kali dalam setahun terakhir. Sepuluh di antaranya dialami pada tahun ini. Meski demikian, Pol tak menyerah dan tetap memberikan segalanya untuk Honda.

"Jumlah insiden jatuh itu membuktikan hal ini. Tidak ada yang ingin jatuh. Ketika kamu mengalami insiden, kamu pasti akan melihat apakah rider itu sudah melampaui batas atau tidak. Saya sudah berusaha 100 persen, seperti halnya musim lalu," ungkap Pol.

"Itu benar kalau saya belakangan makin pelan, tapi saya berusaha yang terbaik. Sayangnya, kami terus mendapat masalah baru, entah itu jatuh, atau mengalami masalah teknis yang membuat akhir pekan kami sangat sulit," sambungnya.

Kalau bicara pebalap jatuh, memang ada dua kemungkinan yang terjadi. Bisa jadi pebalap itu melampaui batas atau melakukan kesalahan. Di sisi lain, ada juga insiden jatuh yang mengejutkan dan membingungkan.

"Di kualifikasi Portimao dan Jerez, insiden itu terjadi ketika melebihi batas. Semua insiden terjadi di luar ekspektasi saya. Semuanya menyakitkan. Jika kamu melihat batas kecepatan, mungkin kamu jatuh dan 'terbang'. Tapi lihat yang terjadi di Sachsenring, insiden terjadi saat kecepatan rendah," katanya.



Simak Video "Repsol Honda: Segalanya Berubah Sejak MotoGP Mandalika"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT