ADVERTISEMENT

Stefan Bradl Keluhkan Motor Honda di MotoGP Sulit Dikendarai

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Kamis, 30 Jun 2022 14:12 WIB
BARCELONA, SPAIN - JUNE 05: Alberto Puig and Stefan Bradl of Germany and Repsol Honda Team at the starting grid during the race of the MotoGP Gran Premi Monster Energy de Catalunya at Circuit de Barcelona-Catalunya on June 05, 2022 in Barcelona, Spain. (Photo by Steve Wobser/Getty Images)
Stefan Bradl keluhkan performa motor Honda di MotoGP. Foto: Getty Images/Steve Wobser
Jakarta -

Pebalap Stefan Bradl mulai mengeluhkan soal motor balap Honda yang ia tunggangi musim ini. Menurutnya, RC213V milik Honda yang sekarang tak mampu bersaing dengan motor balap tim lain.

Saat tampil di MotoGP Belanda akhir pekan lalu, Stefan Bradl harus bersaing dengan Luca Marini dan Andrea Dovizioso di baris belakang. Sempat naik ke posisi 17 dan 16, sayang pebalap Repsol Honda itu hanya mampu finis di urutan ke-18.

Pasca balapan, Bradl mulai mengeluhkan performa motor Honda saat ini. Ia merasa kesulitan saat berada di tikungan, hal itu dinilai Bradl sangat mengganggu ritme balap terlebih ketika tengah bersaing dengan pebalap lain di trek.

"Kami kehilangan sebagian besar waktu di tikungan. Kami harus memperlambat laju motor dan kemudian kembali ke gas, tapi alirannya hilang. Hal itu bukan cara yang mulus dan lancar untuk kembali ke ritme balap," kata Bradl dikutip Speedweek.

Lebih lanjut, pebalap asal Jerman itu mengungkapkan kalau RC213V musim ini masih banyak kekurangannya di beberapa sektor. Lantas, hal tersebut telah mengganggu performa di trek dan fisik para pebalap semakin terkuras.

"Kami para pebalap Honda harus menggunakan begitu banyak tenaga fisik yang terkuras sehingga membuat kami cepat lelah. Motor kami sangat sulit untuk dikendarai saat ini. Tapi itu bukanlah hal baru, kami harus segera memperbaiki situasi ini," ujarnya.

Menurut Bradl, swing arm dan sasis adalah dua komponen utama yang wajib dilakukan pembaruan. Namun, sejauh ini para teknisi Honda belum menemukan terobosan baru dalam dua tahun terakhir.

"Swing arm dan sasis adalah dua poin utama yang harus kami mulai," ungkapnya.

"Tapi, kami tidak tahu ke arah mana kami harus mengembangkannya. Kami harus mencoba berbagai pembaruan yang berbeda dan kemudian harus memilihnya lagi," pungkas Bradl.

Honda belakangan terlihat tampil kurang apik di MotoGP 2022. Terlebih Marc Marquez memutuskan mundur hingga akhir musim. Puncaknya pada MotoGP Jerman, untuk pertama kalinya dalam 40 tahun terakhir Honda tidak berhasil mengantongi satu poin pun.

Kemudian di MotoGP Belanda, Honda hanya berhasil mengumpulkan lima poin lewat Alex Marquez dan Takaaki Nakagami. Pol Espargaro memutuskan mundur sedangkan finis di posisi 18 membuat Bradl tidak memperoleh satu poin pun.



Simak Video "Repsol Honda: Segalanya Berubah Sejak MotoGP Mandalika"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/lth)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT