MotoGP Sepi? Jonathan Rea: Kurang Drama, Rossi Adalah Daya Tariknya

ADVERTISEMENT

MotoGP Sepi? Jonathan Rea: Kurang Drama, Rossi Adalah Daya Tariknya

Ridwan Arifin - detikOto
Senin, 04 Jul 2022 11:07 WIB
SCARPERIA, ITALY - MAY 29: Marco Bezzecchi of Italy and Mooney VR46 Racing Team, Luca Marini of Italy and Mooney VR46 Racing Team, Fabio Quartararo of France and Monster Energy Yamaha MotoGP on track during MotoGP of Italy - Race at Mugello Circuit on May 29, 2022 in Scarperia, Italy. (Photo by Emmanuele Ciancaglini/Ciancaphoto Studio/Getty Images)
Foto: Pebalap World Superbike komentari rivalitas MotoGP. (Getty Images/Ciancaphoto Studio)
Jakarta -

Jonathan Rea melihat MotoGP sekarang minim percikan rivalitas. Di sisi lain, dia juga menilai penggemar MotoGP yang menonton langsung di tribun sirkuit berkurang karena pensiunnya Rossi.

Rea merenungkan mengapa zaman keemasan MotoGP telah berakhir, seperti yang dapat kita lihat dari Mugello yang sepi penonton di edisi pertama Grand Prix Italia tanpa Valentino Rossi di trek. Namun Jonathan yakin bahwa minimnya penonton, setidaknya di Italia, itu semata-mata akibat pensiunnya Rossi.

"Saya tidak akan terlalu dramatis tentang hal itu. Valentino Rossi adalah daya tarik besar. Bahkan tanpa dia, kuning mendominasi tribun. Dia Tuan MotoGP. Tapi saya penggemar era lama itu. Era Nicky Hayden, Casey Stoner, Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, Valentino Rossi, dan Marc Marquez," ujar Rea dikutip dari GPOne, Senin (4/7/2022).

Dia bilang MotoGP sekarang terlalu harmonis, bukan skill membalap yang jelek. Justru bumbu drama di luar dan dalam lintasan sejatinya yang menjadi daya tarik berkurang.

"Kami tidak dapat mengatakan bahwa generasi baru lebih lambat atau memiliki kinerja yang lebih buruk. Orang-orang ini sangat cepat. Mereka bahkan lebih cepat. Era Quartararo, Rins, Mir, dan Bagnaia akan meninggalkan warisannya," ujar dia.

"Dengan Rossi, tetapi juga dengan Marquez, Schwantz, Lorenzo, dan Casey, ada masalah dan persaingan. Sekarang, di MotoGP, sepertinya semuanya sangat harmonis. Ini berarti ada lebih sedikit drama, lebih sedikit kontras daripada di masa lalu," ungkap Rea.

Meski terlihat adem ayem, dinamika perebutan juara MotoGP justru semakin ketat. Ya, setidaknya sudah ada enam pebalap berbeda yang memenangi balapan seperti Enea Bastianini, Miguel Oliveira, Fabio Quartararo, Aleix Espargaro dan Francesco Bagnaia. Situasi yang sulit untuk dipahami, bahkan untuk Rea.

"Itu gila. Saya tidak bisa menjelaskan. Saya punya sensasi kalau pembalap tidak membuat perbedaan dan motor yang paling penting. Jendela prestasi sangat kecil," ujarnya.

"Pada beberapa balapan, Quartararo di depan dengan keunggulan 10 detik. Pada balapan berikutnya, dia harus bertarung keras berebut posisi keenam. Itu sama seperti KTM. Mereka menang dan kemudian, tiba-tiba berada di dasar klasemen waktu. Sulit menjelaskannya. Saya juga tidak mengerti," jelas Rea.

Nama besar Suzuki hengkang dari MotoGP musim depan. Menurut juara dunia WSBK enam kali beruntun itu tak akan berpengaruh.

"Saya tidak berpikir kepergian Suzuki akan berdampak pada balap. Faktor yang paling berpengaruh adalah akhir karir Valentino Rossi," tambah dia.



Simak Video "Sama Kayak Qatar, MotoGP Mandalika 2023 Rencananya Digelar Akhir Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT