ADVERTISEMENT

Sering Ngacir Duluan di Depan, Gaya Balap Quartararo Mirip Lorenzo

Luthfi Anshori - detikOto
Kamis, 23 Jun 2022 18:07 WIB
BARCELONA, SPAIN - JUNE 04: Fabio Quartararo of France and Monster Energy Yamaha MotoGP Team rounds the bend during the MotoGP qualifying practice during the MotoGP of Catalunya - Qualifying at Circuit de Barcelona-Catalunya on June 04, 2022 in Barcelona, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Fabio Quartararo dinilai memiliki gaya balap 'butter hammer' seperti Jorge Lorenze. (Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Fabio Quartararo dinilai memiliki gaya balap mirip dengan legenda Yamaha, Jorge Lorenzo. Soalnya Quartararo sering ngacir duluan ketika sudah berada di posisi paling depan. Lawan pun bakal kesulitan mengejar, sehingga menciptakan gap waktu yang cukup besar.

Setidaknya itu bisa dilihat dari 3 kemenangan Quartararo yang didapatkan usai MotoGP 2022 berjalan 10 seri. Contohnya di Portugal, Quartararo finis pertama dengan jarak 5 detik, kemudian di Catalunya ia finis pertama dengan selisih waktu 6 detik, dan di Jerman jadi juara dengan keunggulan 4 detik.

Mantan pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo pun terkesan dengan apa yang dilakukan Quartararo bersama Yamaha sejauh ini. Menurut Lorenzo, posisi pebalap asal Prancis itu sekarang sama pentingnya seperti ketika Stoner membalap untuk Ducati dan Marquez di tim Repsol Honda.

Jorge LorenzoJorge Lorenzo Foto: Instagram @JorgeLorenzo99

"Quartararo sedikit mengingatkan saya ketika (Casey) Stoner menang bersama Ducati dan pebalap lain jauh (tertinggal) di belakang atau Marquez dengan Honda," kata Lorenzo dikutip dari Motosan, Kamis (23/6/2022).

Lebih jauh, Lorenzo juga meniliai bahwa Quartararo memiliki gaya balap yang mirip dengan dirinya saat membesut Yamaha dulu. Beberapa cirinya adalah, membalap dengan gaya halus seperti mentega (butter) dan berirama seperti palu (hammer). Gaya balap butter hammer ini dicetuskan Lorenzo selama 9 tahun membalap bersama Yamaha.

"Sekurang-kurangnya, saya selalu berada di antara tiga posisi pertama setiap musim. Di sana Yamaha sangat kompetitif kecuali pada 2011 di mana kami banyak menderita karena Honda," sambung Lorenzo.

"Yamaha pada zaman saya adalah motor pemenang dengan dua pebalapnya dan sekarang ada banyak perbedaan antara dua pebalap factory," komentar Lorenzo mengenai jomplangnya performa M1 Franco Morbidelli dan Quartararo.

"Dia (Quartararo) melaju sangat lurus dan halus, tanpa membuat motornya selip, dengan handling yang sangat tepat. Dia sering turun dari motor, seperti yang saya lakukan, dan yang terpenting, dia tidak membuat kesalahan. Ketika dia harus finis kedua, dia melakukannya dan mengambil poin," bilang pebalap berjuluk Por Fuera itu.

(lua/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT