ADVERTISEMENT

Honda Ngeluh MotoGP Terlalu Banyak Teknologi, Bikin Balap Jadi Membosankan

Luthfi Anshori - detikOto
Minggu, 12 Jun 2022 12:15 WIB
LOMBOK, INDONESIA - FEBRUARY 10: Marc Marquez of Spain and Repsol Honda Team and Pol Espargaro of Spain and Repsol Honda Team ride scooters around the circuit during the MotoGP Pre-Season IRTA-Test at Mandalika International Street Circuit on February 10, 2022 in Lombok, Indonesia. (Photo by Steve Wobser/Getty Images)
Tim Repsol Honda mengkritik penerapan berbagai teknologi di MotoGP yang bikin pebalap jadi susah untuk menyalip.Foto: (Getty Images)
Jakarta -

Repsol Honda mengeluhkan banyaknya pengaplikasian teknologi di MotoGP yang membuat pertunjukan balap motor kasta tertinggi itu jadi membosankan. Membosankan karena pebalap jadi kesulitan menyalip rider di depannya. Selain itu, panjangnya kalender MotoGP 2022 juga dinilai membuat balap musim ini jadi kurang kompetitif.

Repsol Honda melalui situs resmi Box Repsol menulis artikel mengenai balap MotoGP yang terdisrupsi perkembangan teknologi. Ada dua teknologi utama yang menjadi isu pokok dalam artikel tersebut, yakni desain winglet terintegrasi pada fairing untuk aerodinamika dan perangkat holeshot device untuk menurunkan ketinggian motor. Menurut Repsol Honda, dua perangkat itu membuat MotoGP 2022 jadi kurang menarik lagi.

"Musim ini situasinya semakin memburuk hingga (pebalap) semakin rumit untuk menyalip. Menerapkan banyak teknologi baru, seperti pemakaian elemen aerodinamis secara besar-besaran, atau sistem yang memodifikasi ketinggian motor (holeshot) untuk mendapatkan efisiensi akselerasi, membuat rider menjadi sulit untuk menyalip," tulis Repsol Honda seperti dilihat detikOto, Minggu (12/6/2022).

"Anda sekarang tidak lagi hanya bergantung pada potensi mesin dan keterampilan Anda. Anda mengemudi lebih cepat dan mengerem dalam waktu yang lebih singkat, dan itu membuatnya jauh lebih sulit untuk mendapatkan waktu dan meter yang cukup untuk melakukan manuver menyalip dengan aman," sambungnya.

Selain bikin rider kesulitan menyalip, menurut Repsol Honda, teknologi-teknologi itu juga mempengaruhi fisik pebalap. Rider jadi sering mengalami cedera otot di lengan bawah, dan ini jadi masalah umum bagi sebagian besar pebalap. Di luar itu, Repsol Honda juga mempertanyakan jadwal balapan 2022 yang lebih panjang dibanding musim-musim sebelumnya.

"Detail lain yang mungkin juga menjelaskan kurangnya daya saing dalam balapan adalah perpanjangan kejuaraan. Pebalap harus mampu tampil selama lebih dari delapan bulan kompetisi terus menerus, waktu yang sangat lama untuk kompetisi di level atas. Kejuaraan telah menjadi ujian konsistensi, dan hampir lebih penting untuk tidak membuat kesalahan atau mengumpulkan nol atau mendapatkan skor buruk daripada keuntungan langka yang diberikan berkat kemenangan atas tempat kedua atau ketiga," jelasnya.

(lua/riar)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT