ADVERTISEMENT

Pebalap Formula E Nyck de Vries Berasa Indonesia seperti Rumah Sendiri

Ridwan Arifin - detikOto
Jumat, 03 Jun 2022 13:15 WIB
Nyck de Vries dan Matt Scammell
Nyck de Vries dan Matt Scammell Foto: Ridwan Arifin
Jakarta -

Pebalap Formula E dari tim Mercedes-EQ, Nyck de Vries, kewalahan dengan sambutan orang Indonesia. Dia mengaku nyaman, bahkan menyebut Indonesia seperti kampung halaman sendiri.

Nyck merupakan pebalap Belanda keturunan Indonesia. Dia mengatakan darah Indonesia didapat dari kakeknya yang tinggal di Malang. Ternyata ini bukan pertama kalinya Nyck berkunjung ke Indonesia lho.

"Tidak, ini bukan pertama kalinya saya ke Indonesia dan Jakarta. Mungkin pada sudah tahu saya memiliki gen (keturunan darah keturunan Indonesia), dari kakek saya. Dia pernah di Belanda untuk menghindari perang, lalu dia kembali ke Indonesia, tepatnya di Malang," cerita Nyck di Greener Bar Heineken, Ashta, Jakarta Selatan, Kamis (2/6/2022).

"Sejujurnya saya ingin mengucapkan kewalahan atas kebaikan sambutan hangat dari kalian. Ini seperti kenikmatan bisa merasakannya seperti rumah sendiri," sambung dia.

Nyck de Vries dan Matt ScammellNyck de Vries dan Matt Scammell Foto: Ridwan Arifin

Nyck de Vries adalah pebalap Formula E yang menjadi juara dunia musim 2020/2021 lalu. Kini Nyck berada di posisi enam klasemen sementara Formula E dengan torehan 65 poin.

Tak ingin mengecewakan publik, Nyck berjanji akan membuat bangga orang-orang yang mendukungnya di Indonesia.

"Orang-orang di sini baik, dan bergairah dengan kehadiran kami di sini. Kami pun berharap bisa meninggalkan kesan pekan ini. Saya ingin membuat kalian bangga," tutur Nyck.

Nyck melakoni debut di Formula E sejak musim 2019/2020. Dia memulai kariernya di motorsport sejak usia dini dengan mengikuti balapan karting. Setelah menjadi Juara Dunia Karting pada tahun 2010 dan 2011, de Vries melangkah ke balap single-seater di Formula Renault 2.0.

Selanjutnya, dia mengikuti seri Formula Renault 3.5 dengan finis di posisi ketiga dan meraih kemenangan di balapan terakhir.

De Vries beralih ke GP3 dengan ART Grand Prix pada 2016. Pebalap Belanda kelahiran 1995 itu menyelesaikan musim tersebut di urutan keenam dengan dua kemenangan.

Setahun kemudian, de Vries naik ke Formula 2 pada 2017 dengan mengendarai Rapax dan kemudian Racing Engineering. Dia mengklaim kemenangan pertamanya di Monaco dan menyelesaikan tahun debutnya di urutan ketujuh. Untuk 2018 de Vries beralih ke Prema Racing, meraih tiga kemenangan dan mengakhiri musim itu di posisi keempat. Saat di Prema Racing Formula 2, Nyck de Vries merupakan rekan setim pebalap Indonesia, Sean Gelael.

Tahun berikutnya, de Vries kembali dengan ART Grand Prix di F2. Dia sukses meraih gelar Juara Dunia dengan empat kemenangan dan delapan podium. Pada tahun yang sama, ia memberanikan diri keluar dari balap Formula 2 dan bergabung dengan Racing Team Nederland di balapan World Endurance Championship.

Pada 2019/2020 dia mulai kebut-kebutan dengan mobil Formula bertenaga listrik, Formula E, dan meraih gelar Juara Dunia Formula E di tahun keduanya.

Simak Video 'Formula E Jakarta Start Besok, Ini Jadwal Lengkapnya!':

[Gambas:Video 20detik]



(riar/rgr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT