ADVERTISEMENT

Juara Dunia Formula E Keturunan Indonesia, Girang Balapan di Ancol

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 02 Jun 2022 11:11 WIB
Nyck de Vries, Pebalap Formula E Keturunan Indonesia
Nyck de Vries, Pebalap Formula E Keturunan Indonesia (Foto: FIA Formula E)
Jakarta -

Salah satu pebalap Formula E yang akan meramaikan Jakarta E-Prix akhir pekan ini ternyata keturunan Indonesia. Dia adalah Nyck de Vries, pebalap yang bergabung di Mercedes-EQ Formula E Team.

Nyck de Vries adalah pebalap Formula E yang menjadi juara dunia musim 2020/2021 lalu. Kini, dia menempati posisi keenam klasemen sementara Formula E dengan torehan Nyck De Vries 65 poin. Nyck de Vries bangga bisa balapan di Indonesia.

"Secara pribadi, saya sangat menantikan untuk kembali ke benua Asia. Sejak pandemi melanda, kami belum kembali, jadi senang bisa kembali akhir pekan ini. Yang membuatnya istimewa adalah saya punya darah Indonesia - ini akan menjadi akhir pekan balapan yang menarik dan spesial!" kata Nyck seperti dikutip situs resmi Formula E, Kamis (2/6/2022).

Nyck De Vries merupakan salah satu pebalap Formula E yang sempat ngobrol dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Di Instagramnya, Anies menyebut bahwa Nyck De Vries merupakan pebalap keturunan Indonesia.

"Nyck de Vries - Juara bertahan Formula E musim 2020/2021. Pembalap dari Belanda, kakeknya adalah orang Indonesia," tulis Anies.

Nyck melakoni debut di Formula E sejak musim 2019/2020. Dalam perjalannya, pebalap asal Belanda itu meraih penghargaan Rookie of the Year.

Nyck de Vries memulai kariernya di motorsport sejak usia dini dengan mengikuti balapan karting. Setelah menjadi Juara Dunia Karting pada tahun 2010 dan 2011, de Vries melangkah ke balap single-seater di Formula Renault 2.0.

Selanjutnya, dia mengikuti seri Formula Renault 3.5 dengan finis di posisi ketiga dan meraih kemenangan di balapan terakhir.

De Vries beralih ke GP3 dengan ART Grand Prix pada 2016. Pebalap Belanda kelahiran 1995 itu menyelesaikan musim tersebut di urutan keenam dengan dua kemenangan.

Setahun kemudian, de Vries naik ke Formula 2 pada 2017 dengan mengendarai Rapax dan kemudian Racing Engineering. Dia mengklaim kemenangan pertamanya di Monaco dan menyelesaikan tahun debutnya di urutan ketujuh. Untuk 2018 de Vries beralih ke Prema Racing, meraih tiga kemenangan dan mengakhiri musim itu di posisi keempat. Saat di Prema Racing Formula 2, Nyck de Vries merupakan rekan setim pebalap Indonesia, Sean Gelael.

Tahun berikutnya, de Vries kembali dengan ART Grand Prix di F2. Dia sukses meraih gelar Juara Dunia dengan empat kemenangan dan delapan podium. Pada tahun yang sama, ia memberanikan diri keluar dari balap Formula 2 dan bergabung dengan Racing Team Nederland di balapan World Endurance Championship.

Pada 2019/2020 dia mulai kebut-kebutan dengan mobil Formula bertenaga listrik, Formula E, dan meraih gelar Juara Dunia Formula E di tahun keduanya. Musim ini, juara bertahan Formula E asal Belanda keturunan Indonesia itu baru meraih dua kemenangan dan dua podium. Dia mengemas 65 poin dan menempati urutan keenam klasemen sementara.

Simak Video 'Keren! Pembangunan Sirkuit Formula E Jakarta Jadi yang Tercepat di Dunia':

[Gambas:Video 20detik]




(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT