Kawasaki Masih Betah di WSBK, Ogah Balik ke MotoGP Gantikan Suzuki

Ridwan Arifin - detikOto
Kamis, 26 Mei 2022 16:15 WIB
PHILLIP ISLAND, AUSTRALIA - MARCH 01: Jonathan Rea of Great Britain riding the #1 Kawasaki Racing Team WorldSBK Kawasaki competes in Race 2 of round One during the 2020 Superbike World Championship at Phillip Island Grand Prix Circuit on March 01, 2020 in Phillip Island, Australia. (Photo by Quinn Rooney/Getty Images)
Kawasaki masih betah di WSBK, ogah ke MotoGP gantikan Suzuki. Foto: Getty Images/Quinn Rooney
Jakarta -

Tim yang bakal menggantikan slot Suzuki di ajang MotoGP masih menjadi teka-teki. Kawasaki yang pernah berkiprah di ajang balap kelas utama itu enggan untuk kembali lagi.

KRT Team Manager Guim Roda, enggan mengomentari lebih lanjut terkait hengkangnya Suzuki dari MotoGP. Ajang balap motor balap kelas wahid itu butuh biaya yang besar, bahkan MotoGP 10 kali lipat lebih mahal dari World SBK. Dukungan finansial jadi pertimbangan.

"Mengenai urusan Suzuki, setiap perusahaan memiliki strateginya masing-masing dan tidak tepat bagi saya untuk memberikan pendapat tentang strategi mereka karena saya tidak tahu semua faktanya. Memang benar bahwa selama bertahun-tahun, kehidupan berubah dan dunia berkembang, sehingga bisnis dan perusahaan perlu beradaptasi. Dalam setiap keputusan selalu ada poin baik dan buruk, tetapi, seperti yang saya katakan, ini adalah urusan Suzuki dan bukan milik kami," tanggap KRT Team Manager Guim Roda dikutip Crash.net, Kamis (26/5/2022).

"Saya yakin Suzuki dan Dorna akan menemukan solusi terbaik untuk jalan keluar ini, karena semua orang menyukai dunia balap ini. Balapan selalu membutuhkan biaya besar, dan perusahaan perlu terus-menerus meninjau alasan mengapa balapan dan membenarkannya dengan sangat baik untuk memastikan itu adalah investasi yang baik dan dipahami oleh semua orang yang terlibat," tambah dia.

Dalam ajang World SBK, Tim Balap Kawasaki mencatatkan torehan terbaik, Pada 2013 mereka memenangkan kejuaraan bersama Tom Sykes, dan empat tahun secara beruntun dapat mempertahankannya dengan pebalap Irlandia Utara Jonathan Rea.

"Dari sudut pandang Kawasaki, bertahun-tahun lalu, saya yakin KMC Jepang memutuskan untuk fokus pada Kejuaraan WorldSBK karena beberapa alasan utama dan alasan itu masih relevan," tambah dia.

Kawasaki terjun di MotoGP sejak tahun 2003 dengan anggaran tahunan sekitar 4 milyar yen atau sekitar Rp 473 miliar. Selama lima tahun berkompetisi di rajanya balap motor tersebut, Kawasaki belum pernah memenangi satu seri pun.

Prestasi terbaik yang pernah didapat hanya menjadi runner up seri yang dicatat Randy de Puniet di Motegi musim 2007, Shinya Nakano di Assen musim 2006 dan Olivier Jacque di Shanghai musim 2005.

(riar/lua)