Performa Motor Melempem, Bos Repsol Honda Pergi ke Jepang untuk Minta Bantuan

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Selasa, 24 Mei 2022 11:49 WIB
Spanish rider Marc Marquez, right, and Pol Espargaro of Repsol Honda Team ride during a warmup in the Pertamina Grand Prix of Indonesia motorcycle racing at the Pertamina Mandalika Circuit in Mandalika, Lombok Island, Indonesia, Sunday, March 20, 2022. (AP Photo/Achmad Ibrahim)
Bos Repsol Honda dikabarkan pergi ke Jepang untuk meminta bantuan agar performa motor bisa cemerlang lagi.Foto: AP/Achmad Ibrahim
Jakarta -

Penampilan tim Repsol Honda dalam tujuh seri awal MotoGP 2022 belum menunjukkan performa terbaiknya. Hal ini membuat bos besar Repsol Honda gelisah hingga akhirnya dikabarkan pergi ke Jepang untuk meminta bantuan.

Hingga seri ketujuh MotoGP 2022 yang telah digelar di Sirkuit Le Mans, pada akhir pekan lalu, tim Repsol Honda kembali gagal meraih podium. Pebalap andalannya, Marc Marquez hanya mampu finis di posisi keenam, sementara rekan satu timnya Pol Espargaro menyelesaikan balapan di urutan ke-11.

Padahal di seri pembuka MotoGP Qatar, Honda langsung tancap gas dan berhasil meraih podium. Saat itu Pol Espargaro berhasil finis di urutan ketiga, sementara The Baby Alien berada di posisi kelima.

Sayang, hasil baik yang diraih saat seri pembuka itu tak berlanjut pada balapan-balapan berikutnya. Hal ini membuat Manajer tim Repsol Honda, Alberto Puig mulai khawatir dengan situasi sekarang.

"Ini bukan posisi yang saya inginkan, tapi sekarang saatnya untuk bekerja. Kita harus bersikeras bahwa sesuatu akan terjadi. Semua pebalap telah berusaha memahami situasi kami, tetapi sejak kami tiba di Eropa, karena kami berkendara di jalur yang sempit, masalah kami terus meningkat," kata Alberto Puig dikutip Paddock GP.

Khawatir dengan performa Honda usai tampil di MotoGP Prancis, Puig kabarnya ingin bertemu langsung dengan para petinggi Honda di Jepang untuk membahas masalah ini. Setelah seri MotoGP Prancis, Puig dikabarkan langsung pergi ke Jepang menggunakan pesawat terbang.

Puig menilai, kegagalan Honda dalam bersaing meraih podium di MotoGP Prancis menjadi pertanda kalau Honda bisa gagal bersaing memperebutkan gelar juara dunia. Meski masih ada sejumlah seri lainnya, namun Puig tidak merasa tenang melihat performa RC213V di trek.

"Jelas bahwa itu bukan hasil yang kami harapkan atau apa yang kami inginkan, kami bertujuan untuk meraih kemenangan sebanyak mungkin, itu selalu menjadi tujuan kami. Tetapi kenyataannya adalah bahwa kita harus menghadapi beberapa masalah dan dengan cepat menemukan cara untuk mencapai potensi kita yang sebenarnya," jelas Puig.

"Dari segi hasil, itu juga tidak seperti yang diharapkan Marc (Marquez). Tentu saja, balapan ini bukan bencana total, tetapi Anda harus melihat situasinya dan itu bukan posisi kami yang sebenarnya dan jelas bukan posisi yang diharapkan Marquez, ia merasa tidak senang dan itu lebih dari bisa kita mengerti," paparnya.

"Kami tahu di mana kami perlu melakukan peningkatan, saatnya untuk memecahkan masalah yang kita miliki. Untuk saat ini kami harus terus bekerja dan berharap solusi ini akan tiba di Eropa secepat mungkin," pungkas Puig.

Usai tampil di MotoGP Prancis, seluruh pebalap akan kembali melanjutkan ajang balap kuda besi di MotoGP Italia pada 27-29 Mei 2022. Bisakah Honda kembali meraih podium dan bersaing mengejar gelar juara dunia? Mari kita tunggu aksi Marquez dan Pol Espargaro di lintasan.



Simak Video "Terungkap! Alasan BMW Tak Mau Main di MotoGP Gantikan Suzuki"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/rgr)