Kilas Balik Suzuki di MotoGP, Sempat Undur Diri 2011 dan Kini Terulang Lagi

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Jumat, 13 Mei 2022 19:43 WIB
(L to R) Team Suzuki Ecstars Spanish rider Joan Mir and Team Suzuki Ecstars Spanish rider Alex Rins compete during the 2nd day of free practice session for the Indonesian Grand Prix Moto3 race at the Mandalika International Circuit at Kuta Mandalika, in Central Lombok on March 19, 2022. (Photo by BAY ISMOYO / AFP)
Team MotoGP Suzuki Foto: AFP/BAY ISMOYO
Jakarta -

Suzuki akhirnya secara resmi mengundurkan diri dari ajang MotoGP pada akhir musim 2022. Cabutnya Suzuki dari ajang MotoGP merupakan yang kedua kalinya, setelah pada musim 2011 pabrikan asal Jepang itu mengambil langkah yang sama.

Dalam pengumumannya, Kamis (12/5/2022), Suzuki menyebut kondisi ekonomi saat ini tidak memungkinkan pihaknya untuk melanjutkan kiprah di MotoGP. Suzuki juga mengaku akan berkonsentrasi dalam perubahan besar di dunia otomotif belakangan ini. Situasi tersebut memaksa Suzuki memangkas biaya untuk balap dan fokus mengembangkan teknologi baru.

"Sayangnya, situasi ekonomi saat ini dan kebutuhan untuk memusatkan upayanya pada perubahan besar yang dihadapi dunia Otomotif di tahun-tahun ini, memaksa Suzuki untuk mengalihkan biaya dan sumber daya manusia untuk mengembangkan teknologi baru," kata pihak Suzuki dalam keterangan persnya.

"Kami juga ingin mengucapkan terima kasih terhadap Suzuki Ecstar Team dan semua yang sudah mendukung aktivitas Suzuki di dunia balap beberapa tahun ini dan seluruh penggemar Suzuki yang memberikan dukungan luar biasa," ungkap Suzuki.

Ini bukan kali pertama Suzuki cabut dari MotoGP. Pada akhir musim 2011 lalu Suzuki juga sempat mundur dari ajang balap kuda besi tersebut. Saat itu Suzuki tengah dihantam masalah krisis finansial global, sehingga harus undur diri.

Suzuki Spanish rider Alex Rins (C) sits in the box waiting to start the second practice session of the MotoGP Spanish Grand Prix at the Jerez racetrack in Jerez de la Frontera on April 29, 2022. (Photo by JAVIER SORIANO / AFP)Team MotoGP Suzuki (Photo by JAVIER SORIANO / AFP) Foto: AFP/JAVIER SORIANO

Namun, pada musim 2015 Suzuki kemudian comeback ke ajang MotoGP. Saat itu pabrikan otomotif yang bermarkas di Hamamatsu, Jepang, menyertakan dua pebalap andalannya yakni Maverick Vinales dan Aleix Espargaro.

Kombinasi Vinales dan Espargaro bertahan selama dua musim, dari 2015 hingga 2016. Di musim terakhir Vinales bersama Suzuki, ia berhasil meraih kemenangan perdana di ajang MotoGP Inggris.

Lalu pada 2017 Suzuki menggaet Andrea Iannone dan Alex Rins sebagai pebalap utamanya. Suzuki juga mengusung Takuya Tsuda dan Sylvain Guintoli sebagai test rider.

Keduanya menjadi rekan satu tim selama dua musim, yaitu di 2017 dan 2018. Di musim terakhir Iannone bersama Suzuki Ecstar, pebalap asal Italia itu berhasil tiga kali naik podium. Sementara rekan setimnya Alex Rins berhasil memperoleh dua kali podium.

Ketika Iannone cabut, Suzuki mengusung duet Alex Rins dan Joan Mir pada musim 2019. Nah, masuknya Mir di tim Suzuki membawa angin segar, hal itu ditunjukkan pada musim 2020 lalu di mana Mir berhasil merengkuh gelar juara dunia MotoGP.

Hebatnya, Mir mampu meraih juara dunia dengan hanya memetik satu kali kemenangan saja di musim itu. Meski begitu, pebalap Spanyol itu berhasil naik podium sebanyak tujuh kali.

Di musim selanjutnya, sayang Joan Mir gagal mempertahankan gelar juaranya. Meski begitu ia mampu bersaing dengan Fabio Quartararo dan Francesco Bagnaia. Di musim 2021 ia berhasil finis di posisi ketiga klasemen akhir MotoGP.

Kini, Suzuki harus undur diri dari ajang MotoGP untuk kedua kalinya. Kepergian Suzuki dari kompetisi balap motor paling bergengsi ini tak bisa dicegah lagi. Walau, dua pebalapnya yaitu Joan Mir dan Alex Rins, masih punya peluang merebut gelar juara dunia musim ini.



Simak Video "MotoGP Mulai Sepi Penonton, Dorna: Indonesia Penuh!"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/lth)