Dituduh Curang Soal Tekanan Ban, Bos Ducati Bilang Begini

Luthfi Anshori - detikOto
Kamis, 12 Mei 2022 13:35 WIB
KUALA LUMPUR, MALAYSIA - OCTOBER 29:  Gigi DallIgna of Italy and Ducati Team looks on in box during the MotoGP Of Malaysia - Qualifying at Sepang Circuit on October 29, 2016 in Kuala Lumpur, Malaysia.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Bos Ducati, Gigi Dall'lgna angkat bicara soal tudingan curangi tekanan ban. Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images
Jakarta -

Pebalap Ducati, Francesco Bagnaia menjadi salah satu nama yang disorot Motorsport Magazine terkait tuduhan curang soal pengaturan tekanan ban di seri MotoGP Spanyol (1/5/2022). Tak ingin dianggap memenangi balapan dengan cara curang, bos Ducati, Gigi Dall'lgna pun angkat bicara.

Beberapa pebalap MotoGP diduga melakukan manipulasi tekanan ban di MotoGP Spanyol yang digelar di Sirkuit Jerez, awal bulan Mei ini. Adapun pebalap-pebalap yang dicatut adalah Francesco Bagnaia, Jorge Martin (Ducati), Alex Rins (Suzuki), dan Andrea Dovizioso (Yamaha).

General Manager Ducati Corse, Luigi (Gigi) Dall'lgna, pun angkat bicara soal tuduhan serius itu. Menurut Gigi, tuduhan itu tidak berdasar. Sebab pabrikan memiliki teknologi sensor yang berbeda-beda, sehingga bisa saja akurasi terhadap pembacaan tekanan ban juga berbeda-beda.

"Regulasi memberikan tekanan minimum (untuk ban), tetapi Anda harus memikirkan bagaimana mengontrolnya. Karena saat ini pabrikan menggunakan sensor yang berbeda, yang berarti akurasinya juga berbeda. Kami tidak berbicara tentang kecurangan, tetapi tentang fakta bahwa kontrol tekanan tidak terjadi dengan cara yang sama untuk semua orang," kata Gigi dikutip dari Motosan.

Lanjut Gigi menambahkan, saat ini metode pengambilan data tak dilindungi, sehingga memungkinkan siapa pun bisa memodifikasinya. Ducati mengklaim tidak melakukan kecurangan, tetapi ada kemungkinan orang lain yang melakukannya.

"Setiap sistem memiliki (potensi) kesalahan pengukuran, jadi apa yang tampak sebagai nilai dalam peraturan mungkin tidak benar-benar ada. Seperti di dalam kasus kamera pengukur kecepatan," sambungnya.

Gigi sendiri heran, kenapa data terkait tekanan ban motor pebalap MotoGP bisa bocor ke media. Padahal data tersebut sifatnya rahasia dan hanya boleh dibagikan antara pabrikan.

"Saya tidak tahu, (data) itu hanya boleh dibagikan di antara produsen. Sebagai bagian MSMA (Motor Sport Manufacturer Association) kami mempelajari sistem baru untuk tahun depan, pada 2023 kami semua akan memasang jenis sensor yang sama dan pada saat itu kami akan memiliki pembacaan yang selaras, tanpa dapat mengubah data," terang Gigi.

(lua/dry)