ADVERTISEMENT

5 Fakta Sirkuit Argentina yang Gelar MotoGP Akhir Pekan Ini

Luthfi Anshori - detikOto
Rabu, 30 Mar 2022 11:42 WIB
MotoGP - Grand Prix of Argentina - Autodromo Internacional de Termas de Rio Hondo, Argentina - March 31, 2019  Repsol Hondas Marc Marquez lead the field at the start of the race REUTERS/Rafael Marrodan/Photocall3000
5 fakta Sirkuit Argentina (Termas de Rio Hondo) yang gelar balap MotoGP akhir pekan ini. (Rafael Marrodan/REUTERS)
Jakarta -

Seri ketiga MotoGP 2022 akan berlangsung di Argentina akhir pekan ini. MotoGP Argentina digelar di Sirkuit Termas de Rio Hondo pada 1-3 April 2022. Ini 5 fakta mengenai Sirkuit Argentina tersebut.

Setelah Qatar dan Indonesia, balap motor kelas premier kini menyambangi negara Amerika Latin. Akhir pekan ini MotoGP musim 2022 akan dilaksanakan di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina. Sirkuit kebanggaan masyarakat Argentina ini kali pertama menggelar MotoGP pada 2014 lalu.

Sama seperti beberapa negara lain yang jadi langganan venue MotoGP, Sirkuit Termas de Rio Hondo juga sempat absen melaksanakan MotoGP selama 2 musim, tepatnya musim 2020 dan 2021. Hal itu karena terjadinya pandemi COVID-19 yang bikin penyelenggaraan MotoGP terbatas di sirkuit-sirkuit tertentu.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah 5 fakta Sirkuit Argentina (Termas de Rio Hondo) yang harus kamu tahu:

1. Diresmikan Tahun 2008

Sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina, memang baru menggelar balap MotoGP sejak 2014 silam. Namun peresmian sirkuit ini telah dilakukan sebelum itu. Dikutip dari laman MotoGP, Sirkuit Termas de Rio Hondo diresmikan sejak tahun 2008.

Saat itu sirkuit ini belum memenuhi standar FIM dan Dorna Sports untuk menggelar MotoGP. Walhasil beberapa tahun setelah diresmikan, sirkuit ini hanya bisa menggelar beberapa kompetisi balap mobil touring seperti Super TC2000, Turismo Carretera, hingga FIA WTCC (World Touring Car Championship).

2. Direnovasi Tahun 2012

Dikutip dari laman MotoGP, Sirkuit Termas de Rio Hondo melakukan renovasi besar-besaran pada tahun 2012. Renovasi itu meliputi rekondisi, pembesaran, hingga modernisasi sirkuit.

Usai direnovasi, sirkuit rancangan insinyur Italia, Jarno Zaffelli, ini diklaim menjadi sirkuit paling modern, aman, serta dinamis di Amerika Latin. Selain itu, sirkuit ini juga lebih siap menggelar kompetisi-kompetisi balap lain yang skalanya lebih besar, contohnya seperti MotoGP.

RIO HONDO, ARGENTINA - MARCH 31: Marc Marquez of Spain and Repsol Honda Team leads the field during the MotoGP race during the MotoGp of Argentina - Race on March 31, 2019 in Rio Hondo, Argentina. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)Sirkuit Termas de Rio Hondo Argentina Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images

3. Tuan Rumah MotoGP Sejak 2014

Sirkuit Termas de Rio Hondo akhirnya resmi menggelar MotoGP sejak 2014 silam. Ini sekaligus menandai kembalinya MotoGP ke Argentina setelah MotoGP absen selama 15 tahun di negara itu.

Grand Prix pertama Argentina terjadi pada tahun 1961 di dekat ibu kota Argentina, dan merupakan pertama kalinya sebuah GP diadakan di luar Eropa. Di era modern, Sirkuit Termas de Rio Hondo melanjutkan warisan balap motor di Argentina.

Dikutip dari berbagai sumber, Termas de Rio Hondo sejatinya sudah ancang-ancang menggelar MotoGP sejak tahun 2013. Namun karena isu keselamatan yang disuarakan Repsol--sponsor utama tim MotoGP Honda asal Spanyol--balapan ditunda hingga 2014.

4. Spesifikasi Sirkuit Termas de Rio Hondo

Sirkuit ini dibangun di di Provinsi Santiago del Estero. Sirkuit Termas de Rio Hondo memiliki panjang 4,8 km, 14 tikungan (5 ke kiri-9 ke kanan), lebar 16 m, serta lintasan lurus terpanjang 1.076 m. Sirkuit Termas de Rio Hondo dibangun di atas lahan seluas 150 ha.

5. Rekor-rekor Pebalap di Sirkuit Termas de Rio Hondo

Dikutip dari GPOne, sepanjang 6 musim penyelenggaraan MotoGP Argentina, sejumlah rekor pebalap telah diciptakan. Honda jadi tim yang paling sering juara di sini dengan koleksi 4 gelar, disusul Yamaha 2 gelar.

Marc Marquez (Repsol Honda) menjadi pebalap yang paling akrab dengan kemenangan di sirkuit ini. Total ia mengemas tiga gelar juara, yakni pada 2014, 2016, dan 2019. Pebalap Honda lainnya, Cal Crutchlow (LCR Honda), sukses menjuarai MotoGP Argentina pada 2018.

Di sela-sela dominasi Honda di Sirkuit Termas de Rio Hondo, dua pebalap Yamaha, Valentino Rossi dan Maverick Vinales sukses mengukir sejarah di sirkuit ini. Valentino Rossi juara pada 2015 dan Maverick Vinales juara pada musim 2017.

Menariknya, Rossi masih memegang rekor yang belum bisa dipecahkan oleh pebalap lain di MotoGP Argentina. Rekor itu adalah rekor catatan lap pada saat balapan, di mana pebalap berjuluk The Doctor itu mencatatkan waktu 1 menit 39,019 detik pada edisi MotoGP Argentina 2015 lalu.

(lua/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT