ADVERTISEMENT

Pede Maksimal Bisa Juara, Bos Suzuki: Terlalu Dini Lihat Siapa yang Paling Kuat

Ridwan Arifin - detikOto
Kamis, 24 Mar 2022 21:29 WIB
Pembalap Team Suzuki Ecstar MotoGP Alex Rins berpose di samping sepeda motor balapnya saat sesi tes pramusim MotoGP 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, Kamis (10/2/2022). Sesi tes pramusim di sirkuit Mandalika tersebut akan berlangsung hingga Minggu (13/2/2022). ANTARA FOTO/Andika Wahyu/fo
Ilustrasi motor MotoGP Suzuki GSX-RR Foto: ANTARA/ANDIKA WAHYU
Jakarta -

Bos Suzuki Ecstar, Shinichi Sahara percaya diri, kemampuan GSX-RR bisa diperhitungkan dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2022. Bagi Sahara, motornya sudah oke, pebalap juga bisa beradaptasi dengan baik.

"Saya percaya bisa bertarung untuk memperebutkan gelar, tetapi terlalu dini untuk melihat siapa pesaing terberat kejuaraan," ujar Shinichi saat ditemui di Sunter, Jakarta Utara, Selasa (22/3/2022).

Balapan MotoGP masih menyisakan 19 seri lagi. Dari dua race yang sudah digelar, Suzuki memang belum tampil sebagai pemenang.

"Semua terlihat sangat kuat, memang tidak mudah, tapi kami ingin menang," ujar Sahara.

Bagi Sahara, Suzuki telah mengalami peningkatan. Dia pun merasa jika musim 2022 merupakan peluang bagi timnya untuk bisa kembali merebutkan gelar juara dunia, apalagi musim ini terdapat 21 seri balapan.

Shinichi SaharaShinichi Sahara Foto: Ridwan Arifin

"Tapi motor Suzuki saat ini punya kecepatan yang bagus di trek lurus. Jadi, saya pikir paket motor yang dimiliki Suzuki sangat bagus, dan kita bisa menjadi perebut gelar kejuaraan," ujar dia.

"Tentu horse power dari mesin Suzuki meningkat dari tahun lalu," tambah Sahara.

Masih terlalu dini untuk melihat siapa pesaing terberat dalam perebutan gelar juara MotoGP 2022. Sebab, menurut Sahara tim-tim yang diprediksi menjadi calon kuat juara juga tengah mengalami masalah.

"Fabio Quartararo, semua orang tahu dia sangat kuat, tetapi terkadang dia komplain motornya tentang top speed. Okay Ducati juga kuat, Bagnaia harusnya kuat, tapi sayangnya dia mengalami masalah di Doha dan Mandalika," ungkap Sahara.

Di sisi lain, Sahara juga mengungkap bahwa bergabungnya Suppo sebagai team Manager jadi suntikan kekuatan pabrikan asal Jepang ini untuk mengarungi MotoGP 2022.

"Ya, dia masih sangat baru bagi kami. Sekarang dia beradaptasi dengan tim kami. Tapi dia membawa atmosfer yang bagus buat tim. Juga dia memberikan banyak ide baru kepada saya. Saya bilang 'Okay, pelan.. pelan..'," kata dia.

"Sangat positif dengan hadirnya Livio, sebelumnya saya punya dua peran sebagai tim manager dan project leader, itu membuat saya pusing, terkadang harus memikirkan kontrak tim, dan jadi itu membuat lebih sibuk. Dan Livio harus menolongku, dan aku juga membantunya," tambah dia.

Suppo punya segudang pengalaman di MotoGP sejak memulai kariernya sebagai manajer Benetton Honda Team pada 1994. Nama Suppo kemudian mencuat setelah bergabung ke Ducati pada 2003. Ia mampu menjadi sosok dibalik keberhasilan Casey Stoner menjadi juara dunia bersama tim Borgo Panigale pada 2007.

Ia bergabung dengan Honda pada 2010. Stoner yang dibawanya ke Honda kembali menjadi juara dunia pada 2011. Tak berhenti di situ, Suppo juga pernah bersama Marc Marquez pada 2013 hingga 2017. Pada 2017, ia memutuskan keluar dari Honda dan rehat sebelum kini kembali ke MotoGP berama Suzuki.

Selepas MotoGP Indonesia, race MotoGP 2022 akan bergulir di benua Amerika dan Eropa. Barulah menjelang akhir tahun ada rangkaian seri-seri lainnya di Asia, diawali di Jepang pada 25 September.

MotoGP 2022 rencananya akan tuntas pada 6 November di Sirkut Ricardo Tormo, Valencia, pada 22 November.



Simak Video "MotoGP Mulai Sepi Penonton, Dorna: Indonesia Penuh!"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT