Belum Butuh Tim Satelit, Joan Mir Beri Pesan Menohok ke Suzuki

Ridwan Arifin - detikOto
Selasa, 25 Jan 2022 17:20 WIB
MISANO ADRIATICO, ITALY - SEPTEMBER 16:  Joan Mir of Spain and Team Suzuki ECSTAR  looks on during the press conference pre-event during the MotoGP Of San Marino - Previews at Misano World Circuit on September 16, 2021 in Misano Adriatico, Italy. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Joan Mir Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Pebalap Suzuki Ecstar, Joan Mir menuturkan kemenangan bagi timnya sangat penting untuk keperluan pengembangan motor. Alih-alih mendukung lahirnya tim satelit, Joan Mir malah memberi pesan menohok kepada Suzuki.

Suzuki GSX-RR telah berkembang kurang pesat dibandingkan pesaingnya pada tahun lalu, perpisahan mendadak Davide Brivio tampaknya telah memperlambat mekanisme bagi pabrikan Hamamatsu.

Kedua pebalap andalannya, Alex Rins dan Joan Mir terus menghadapi masalah di kualifikasi, tetapi dalam balapan mereka tampaknya kehilangan performa. Joan Mir belum pernah memenangi seri MotoGP 2021, dia hanya 6 kali naik podium, tertinggal 70 poin dari Fabio Quartararo.

Ada banyak faktor yang membuat Mir merosot jika dibandingkan tahun di mana ia menjadi juara. Selain kepergian Brivio, Suzuki juga belum memiliki motor pembanding alias tim satelit.

Ya, pabrikan Hamamatsu ini hanya menurunkan dua pebalap di sepanjang balapan. Otomatis kemenangan atau menyentuh garis finis menjadi hal penting untuk pengumpulan data.

"Menyelesaikan balapan juga penting untuk memberikan informasi yang baik kepada para insinyur untuk meningkatkan motor. Kita tidak boleh lupa bahwa Suzuki hanya memiliki dua motor di lintasan. Itulah mengapa selalu penting untuk mencapai garis finis," kata Joan Mir seperti dikutip dari Speedweek, Selasa (25/1/2022).

Hanya ada dua tim MotoGP yang tidak memiliki tim kedua, yakni Aprillia dan Suzuki. Efeknya, makin sedikit informasi dari pebalap untuk membantu pengembangan motor.

Tapi Mir menegaskan tim satelit bukan solusi dari masalah Suzuki.

"Itu bukan masalah terbesar yang kita miliki. Ya, itu adalah sesuatu yang bisa membantu kami, tapi itu bukan masalah terbesar. Yang penting kedua pebalap pabrikan mendapatkan materi dan hal-hal terbaik untuk berada dalam posisi bertarung. Tapi jika Anda tidak bisa berada di level itu, maka tidak ada gunanya mengirim dua motor tambahan ke trek," ceplos Joan Mir.

Joan Mir menjadi salah satu bintang baru bagi Suzuki saat ini. Ia paling konsisten pada gelaran MotoGP 2021 lalu.

Tercatat dari 18 balapan MotoGP 2021, Mir cuma dua kali gagal menyelesaikan finis, yakni di Prancis dan Misano. Selebihnya, ia selalu berhasil merebut poin, termasuk enam kali podium.

"Ya - dan itu (konsistensi) penting. Setelah kami memiliki kecepatan, kami akan berjuang untuk menang, tetapi jika saya tidak memiliki paket, maka saya hanya dapat memanfaatkannya sebaik mungkin," tutur dia.

"Mencoba untuk mendapatkan hasil maksimal dari setiap balapan dan memasukkan motor ke pit adalah yang akhirnya memberi Anda poin terbanyak. Tidak ada gunanya jika Anda memulai balapan dengan baik dan kemudian crash," ucap pebalap berusia 24 tahun itu.



Simak Video "Kondisi Terkini Joan Mir Usai Dilaporkan Sakit Perut"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)