Alasan Sebenarnya Rossi Tolak Membalap untuk Timnya Sendiri di MotoGP 2022

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Selasa, 11 Jan 2022 13:45 WIB
Petronas Yamaha SRT Italian rider Valentino Rossi waves after the MotoGP race of the Valencia Grand Prix at the Ricardo Tormo racetrack in Cheste, on November 14, 2021. - A sporting icon rides into retirement on November 14, 2021 at the Valencia MotoGP where nine-time world champion Valentino Rossis name will grace the grid for the very last time. (Photo by JOSE JORDAN / AFP)
Alasan Valentino Rossi kekeuh memilih pensiun dan tak gabung dengan timnya sendiri di ajang MotoGP (AFP/JOSE JORDAN)
Jakarta -

Sampai setelah Valentino Rossi memutuskan pensiun, masih banyak pencita MotoGP yang 'tak rela' dan berharap The Doctor mau memperpanjang kariernya dengan memperkuat timnya sendiri di ajang MotoGP. Tapi Rossi dengan tegas menjawab tidak, dengan sederet alasan dia kemukakan.

Rossi menjalani musim terakhirnya bersama Yamaha Petronas SRT. Setelah kariernya yang begitu gemilang, Rossi menutup perjalanannya di ajang MotoGP dengan hasil mengecewakan. Sulit bersaing dengan rider yang lebih muda dan usia yang tak lagi bisa dibohongi memnbuat rider 42 tahun itu akhirnya pilih gantung helm.

Rossi bukannya tak dapat tawaran untuk terus lanjut di ajang MotoGP. Salah satu yang dikabarkan berpeluang besar dia perkuat adalah Mooney VR46 Racing Team. Itu merupakan tim satelit Ducati di MotoGP.

Akan tetapi, Rossi telah menolak tawaran tersebut. Ia mengungkapkan jika penawaran dari Ducati sebenarnya cukup menarik, namun Rossi lebih memilih untuk fokus mengembangkan tim besutannya dari balik layar.

Penghargaan MotoGP 2021 dan Valentino Rossi Jadi Legenda.Penghargaan MotoGP 2021 dan Valentino Rossi Jadi Legenda. Foto: Dorna Sports

"Ini akan menjadi ide yang menarik untuk membalap di tim MotoGP milik saya sendiri. Akan tetapi, pada akhirnya saya memutuskan untuk tidak melakukannya karena sejumlah alasan," kata Rossi dikutip dari Tuttomotoriweb.

Ada berbagai hal yang membuat Rossi menolak tawaran tersebut. Pertama, soal adaptasi dengan motor Desmosedici. Meski saat ini dianggap menjadi motor terbaik di ajang MotoGP, Rossi menilai dia akan butuh banyak adaptasi untuk bisa mengendarai Desmosedici setelah selama bertahun-tahun sebelumnya menggeber M1.

Selain itu, tawaran tersebut akan menguntungkan jika dirinya masih mempunyai rencana untuk membalap hingga beberapa tahun ke depan. Sementara Rossi sudah terlalu tua untuk membalap, hal ini mempengaruhi performanya yang tak sebagus seperti beberapa musim lalu.

ThumbnailThumbnail Foto: CNN Indonesia TV

"Itu akan menjadi proyek yang masuk akal jika saya bisa punya rencana selama dua tahun atau lebih," ungkapnya.

"Tetapi ketika hanya satu musim, risikonya lebih besar daripada manfaatnya yang didapat. Inilah mengapa saya memutuskan untuk tidak melakukannya," pungkas Rossi.

Pada akhirnya, Rossi memilih untuk tidak menerima tawaran dari Ducati karena risiko yang dihadapi bisa lebih besar. Memutuskan untuk pensiun di akhir musim adalah salah satu jalan terbaiknya.



Simak Video "Apresiasi Keanu Reeves hingga Tom Cruise untuk Valentino Rossi"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)