ADVERTISEMENT

Berseteru Sejak 2015, Rossi Belum Akur dengan Marquez Sampai Pensiun

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 03 Des 2021 14:44 WIB
RIO HONDO, ARGENTINA - APRIL 19:  Marc Marquez of Spain and Repsol Honda Team
 leads Valentino Rossi of Italy and Movistar Yamaha MotoGP during the MotoGP race during the MotoGp of Argentina - Race at  on April 19, 2015 in Rio Hondo, Argentina.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Rossi vs Marquez. (Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Jakarta -

Hubungan Valentino Rossi dan Marc Marquez tak akur sejak clash di musim 2015. Saat itu, Rossi tengah mengejar gelar juara dunia ke-10. Tapi, dia merasa gelar juara dunia tersebut dijegal oleh Marquez.

Jorge Lorenzo baru-baru ini mengklaim bahwa keberhasilannya jadi juara dunia MotoGP 2015 tak lepas dari dendam Marc Marquez kepada Valentino Rossi. Gara-garanya adalah momen di MotoGP Belanda musim itu. Menurutnya, sejak saat itu Marquez memang tak ingin melihat Rossi meraih gelar juara dunia.

"Kedongkolan dia (Marquez) memuncak setelah apa yang terjadi di Assen, ketika keduanya (Rossi dan Marquez) bersinggungan di kurva terakhir dan saling menyalahkan satu sama lain. Sejak saat itu, Marquez tidak ingin lagi melihat Valentino memenangi Kejuaraan Dunia," kata Lorenzo kepada DAZN, dikutip dari Tuttomotoriweb.

Dilansir Marca, dalam sebuah wawancara seorang wartawan bertanya kepada Rossi mengenai hubungannya dengan Marquez. Rossi diberikan pertanyaan apakah Marquez senang dengan keputusan pensiun The Doctor.

"Saya tidak bertanya kepadanya, karena hubungan (dengan Marquez) tetap sedikit renggang sejak balapan di Malaysia (2015) dan seterusnya," kata Rossi.

Rossi juga merasa tak heran gelar juara dunia ke-10 dijegal Marquez di musim 2015.

"Saya tahu betul bagaimana jalannya dan saya tidak terkejut, karena itu berjalan persis seperti ini. Ini mengejutkan saya? Tidak. Keren yang saya katakan, tetapi sedikit berubah bagi saya, karena saya sudah tahu bagaimana jalannya," ujar Rossi dikutip dari Tuttomotoriweb.

Perseteruan Rossi vs Marquez bermula sejak MotoGP Argentina 2015. Dua putaran menuju garis finis Termas de Río Hondo, Rossi dan Marquez bersenggolan dalam perebutan posisi terdepan. Marquez jatuh, crash pertamanya di 2015, dan tak finis. Rossi melesat untuk meraih kemenangan keduanya di MotoGP 2015.

Kemudian, situasi tambah panas setelah kontroversi di Assen, Belanda. Di tikungan terakhir menjelang garis finis, Marquez dan Rossi berduel ketat memperebutkan posisi terdepan. Pada satu titik motor mereka bersenggolan. Hasil senggolan itu bikin Rossi meluncur keluar lintasan dan Marquez tetap di jalur. Tapi pada momen itu Rossi berhasil finis duluan karena dengan keluar keluar lintasan ia malah melewati rute yang lebih pendek daripada Marquez.

Puncaknya adalah clash di Sepang, Malaysia. Marquez terjatuh akibat duelnya dengan Rossi. Rossi dianggap menendang Marquez sampai terjatuh. Gerak kaki dari Rossi bikin sejumlah kalangan mengasumsikan dirinya sudah menendang Marquez. Di sisi lain ada pula yang menduga bahwa gerakan kaki Rossi terjadi karena spontan, tanpa ada kesengajaan, setelah dirinya kehilangan pijakan usai lebih dulu kena sundul helm Marc Marquez.

Saat itu Rossi menegaskan dirinya tidak menendang Marquez. Di sisi lain Marquez justru menyebut Rossi sudah mengeluarkan kaki dan mendorong setang motornya dalam insiden tersebut.

Akibat kejadian itu, Rossi kena hukuman. Di balapan selanjutnya di Valencia yang jadi balapan pemungkas musim itu, Rossi harus start dari posisi paling buncit. Di akhir race, ia finis di posisi keempat usai menyalip total 22 pebalap. Tapi itu belum cukup lantaran Lorenzo finis pertama sehingga gelar juara dunia gagal diraih Rossi.



Simak Video "Repsol Honda: Segalanya Berubah Sejak MotoGP Mandalika"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT