ADVERTISEMENT

WSBK Mandalika Bikin Ekonomi Lokal Meroket, Omzet Sewa Mobil Tembus Rp 70 Juta

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 26 Nov 2021 13:46 WIB
Race 1 WSBK 2021 digelar di Sirkuit Mandalika, Minggu (21/11/2021). Meski finis kedua, pebalap Toprak Razgatlioglu berhasil menjadi juara dunia WSBK 2021.
Gelaran WSBK Mandalika menimbulkan dampak positif bagi perekonomian warga sekitar. Foto: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Jakarta -

Sirkuit Mandalika sukses menyelenggarakan gelaran World Superbike (WSBK) pada akhir pekan lalu. Tak hanya mengembalikan kehormatan Indonesia di kancah balap otomotif dunia, WSBK Mandalika 2021 juga berkontribusi besar terhadap perekonomian warga sekitar. Contohnya bisnis jasa sewa mobil atau transportasi, keuntungannya bisa mencapai Rp 70 juta dari yang sebelumnya hanya di kisaran belasan juta rupiah per bulan.

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), mengungkapkan bahwa penyelenggaraan event MOTUL FIM Superbike World Championship (WSBK) Pirelli Indonesian Round 2021 di Pertamina Mandalika International Street Circuit telah menciptakan multiplier effect yang besar bagi perekonomian Pulau Lombok.

Dijelaskan Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis Arie Prasetyo ITDC mengatakan, kehadiran event otomotif sekelas WSBK mampu menarik banyak massa, khususnya ke Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Oleh sebab itu, layanan transportasi pun sangat dibutuhkan dan dicari-cari.

"Kami menerima laporan dari salah satu pelaku pariwisata di Lombok pada bidang penyewaan jasa transportasi, yang menyampaikan bahwa biasanya mereka mendapatkan omzet Rp 10-15 juta per bulan. Namun memasuki awal bulan November hingga tanggal 23 kemarin, mencapai hampir Rp 70 juta," ungkap Arie dikutip dari situs resmi ITDC, Jumat (26/11/2021).

Progres pembangunan Hotel Pullman Mandalika.WSBK Mandalika memberikan efek besar terhadap usaha penginapan di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat Foto: (Wisnu/20detik)

Selain itu, di sektor akomodasi, event WSBK telah meningkatkan okupansi hotel rata-rata mencapai 95%. Ketua Mandalika Hotel Association (MHA) Samsul Bahri menuturkan, "Okupansi kamar mengalami kenaikan signifikan menjelang maupun selama WSBK berlangsung. Sebelum WSBK, okupansi rata-rata 15% namun adanya event WSBK menjadi sekitar 95%. Sementara untuk omzet sendiri biasanya sebelum WSBK mencapai 15% namun setelah WSBK mencapai 85%."

Peningkatan okupansi tidak hanya berlangsung pada hotel atau akomodasi di sekitar Mandalika saja, melainkan juga memberikan dampak pada akomodasi-akomodasi lainnya yang berada di luar Kawasan The Mandalika hingga Senggigi. Permintaan yang cukup tinggi terhadap penyediaan kamar hotel juga membuka peluang kerja bagi pekerja perhotelan yang sempat dirumahkan karena pandemi.

"Event WSBK kemarin merupakan sebuah event luar biasa yang memantik kebangkitan pariwisata khususnya di Pulau Lombok setelah 1,5 tahun dikekang pandemi COVID-19. Alhamdulillah sejak wacana digulirkan WSBK dilaksanakan di The Mandalika dan sukses terlaksana pada 19-21 November 2021, kami di asosiasi MHA yang terdiri dari 54 perusahaan perhotelan yang ada di dalam Kawasan The Mandalika dan sekitarnya merasakan dampak positif dari peningkatan okupansi," imbuh Samsul.

Selain kedua bidang tersebut, event WSBK telah menciptakan peluang emas bagi UMKM lokal. UMKM yang menjual makanan dan minuman merupakan salah satu UMKM yang paling merasakan manfaat ekonomi dari penyelenggaraan event ini.

Minibus untuk angkut penumpang ke Sirkuit MandalikaBisnis penyewaan transportasi juga panen rezeki selama gelaran WSBK Mandalika Foto: Lutfi Andhika/detikOto

Tingginya antusiasme masyarakat Indonesia untuk hadir menyaksikan balapan juga meningkatkan perputaran uang di seputar kawasan The Mandalika sehingga menambah perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lombok Tengah. Alhasil, usai gelaran WSBK berlangsung 19-21 November lalu, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menyatakan memperoleh tambahan PAD yang berasal dari pajak hiburan sebesar 15%, pajak parkir 30% serta pajak restoran dan hotel 15%.

"Ajang WSBK juga menunjukkan besarnya partisipasi warga desa lingkar The Mandalika dalam menyukseskan acara ini. ITDC bersama ITDC Nusantara Utilitas (ITDC NU) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) yang merupakan bagian dari ITDC Group, telah merekrut tenaga kerja sebanyak 1.475 orang berasal dari NTB, termasuk warga dari enam desa penyangga The Mandalika untuk terlibat dalam event WSBK. Tenaga kerja ini bertugas sebagai petugas marshal, petugas COVID-19 safety, medis dan kru medis, kru event, crowd control, dokumentasi, fasilitas, produksi, kebersihan, stage, ticketing, transportasi, dan waste management selama persiapan dan event berlangsung."

Di luar itu, ITDC melalui ITDC NU juga mengatakan telah merekrut dan melatih sejumlah warga dari desa lingkar The Mandalika untuk bertugas di area-area parkir VIP dan area parkir timur untuk membantu mengarahkan kendaraan yang akan parkir, baik kendaraan roda dua, roda empat, maupun setara bus.

"Event WSBK kemarin merupakan ajang bagi kita semua untuk belajar. Kami juga berkomitmen untuk melibatkan sebanyak mungkin warga NTB khususnya warga lingkar The Mandalika untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini karena kami percaya dengan potensi yang dimiliki. Harapan kami, dengan keterlibatan saudara-saudara kita masyarakat NTB dalam event berskala internasional akan semakin menambah kemampuan mereka dalam menyambut dan mengelola event-event internasional di masa datang," jelas Arie.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut berpartisipasi dalam meramaikan dan membantu kesuksesan pelaksanaan event WSBK 19-21 November lalu. Kami sangat bersyukur penyelenggaraan event berskala internasional WSBK ini telah membuktikan mampu memberikan multiplier effect yang dapat dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat setempat. Semoga event-event internasional berikutnya yang akan berlangsung di The Mandalika dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Lombok," tutup Arie.

(lua/mhg)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT