Stoner Blak-blakan: Aku Menikmati Penderitaan Rossi di Ducati

Ridwan Arifin - detikOto
Kamis, 25 Nov 2021 08:16 WIB
SCARPERIA, ITALY - JUNE 30:  (L-R) Valentino Rossi of Italy and Ducati Marlboro Team, Casey Stoner of Australia and Repsol Honda Team and Dani Pedrosa of Spain and Repsol Honda Team pose during the press conference pre-event of MotoGp of Italy at Mugello Circuit on June 30, 2011 in Scarperia near Florence, Italy.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Casey Stoner dan Valentino Rossi Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Casey Stoner menikmati penderitaan Valentino Rossi saat berseragam Ducati. Pebalap Australia itu menilai Rossi terlalu banyak bicara bisa menaklukan Desmosedici tapi kenyataan di sirkuit berbeda.

Pebalap Italia ini bergabung selama dua musim bersama Ducati. Tapi saat berseragam pabrikan Borgo Panigale ini bisa dibilang perjalanan karir Rossi tidak mulus. The Doctor hanya bisa finis posisi tiga satu kali dalam musim perdananya. Pada tahun berikutnya, Rossi cuma dua kali jadi runner up di GP Prancis dan San Marino.

Dengan motor Borgo Panigale, Rossi mengalami dua tahun tersulit dalam karirnya. Pada akhirnya ia terpaksa mengibarkan bendera putih dengan kembali ke Yamaha di mana ia mulai menang lagi.

Stoner yang pindah ke Honda mengaku tengah menikmati penderitaan Rossi ketika hijrah ke Ducati. Hal ini diungkap Stoner dalam film dokumenter DAZN RiVale yang rilis belum lama ini.

Dia menyebut Rossi terlalu banyak bicara tentang dirinya, tapi gagal mengendalikan kekuatan motor Desmosedici.

"Jujur, saya senang melihat Valentino menderita di awal tahun 2011 bersama Ducati," kata Stoner seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.it, Rabu (24/11/2021).

"Dia sudah mengatakan terlalu banyak hal tentang dirinya sendiri dan bagaimana dia dapat mengubah Ducati menjadi lebih baik. Kenyataannya, dia hanya memperburuk motor," tambah Stoner.

Repsol Honda Team's Australian Casey Stoner (R) and Ducati Team's Italian Valentino Rossi (L) crash during the MotoGP race of the Spanish Prix at Jerez's racetrack in Jerez de la Frontera on April 3, 2011.  AFP PHOTO/ JORGE GUERRERO / AFP PHOTO / Jorge GuerreroRivalitas Casey Stoner dan Valentino Rossi Foto: Jorge Guerrero/AFP

"Bisa jadi batasan dia adalah tidak mampu mencatatkan lap tercepat sendirian. Dia memang jago dalam jarak dekat, tapi juga mencuri slipstream demi menorehkan lap tercepat. Dia baru bisa mencatatkan waktu terbaik dengan cara itu," ujarnya.

Hingga saat ini belum ada lagi pebalap Ducati yang merebut title juara dunia. Terakhir kali Casey Stoner menang bersama Ducati pada musim 2007. Satu gelar lagi diraih Stoner saat bersama Honda pada 2011.

Sedangkan Rossi menorehkan sembilan titel juara dunia di semua kelas dalam 26 tahun kariernya di MotoGP. Dia sukses meraih titel 125cc dan 250cc bersama Aprillia, serta mengoleksi tujuh gelar jawara kelas primer dengan dua tim berbeda, yakni Honda dan Yamaha.



Simak Video "Masalah Drainase Disinggung Rider WSBK, Mandalika Berbenah Buat MotoGP"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)