Waduh! 20% Kru World Superbike Belum Divaksin, Boleh Ikut ke Mandalika?

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 21 Okt 2021 15:51 WIB
PHILLIP ISLAND, AUSTRALIA - FEBRUARY 27:  Jonathan Rea of Great Britain and KAWASAKI RACING TEAM leads the field during the WSBK Race 1 during qualifying for round one of the 2016 World Superbike Championship at Phillip Island Grand Prix Circuit on February 27, 2016 in Phillip Island, Australia.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Setidaknya 20% kru WSBK termasuk pebalap belum divaksinasi. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Indonesia akan menjadi tuan rumah World Superbike (SBK) pada 19-21 November 2021. Karena pandemi COVID-19, pemerintah Indonesia masih memberlakukan aturan ketat untuk orang masuk Indonesia, termasuk kru dan pebalap WorldSBK.

Kru dan tim yang terlibat dalam WorldSBK diharuskan menjalankan karantina terlebih dahulu saat masuk ke Indonesia. Pada saat acara, seluruh peserta yang meliputi pebalap, kru, mekanik, official, media, dan konsultan hanya diperbolehkan beraktivitas di venue latihan/pertandingan sesuai dengan lokasi yang ditentukan.

Dalam peraturannya, WNI dan WNA yang ingin masuk wilayah Indonesia juga wajib untuk menunjukkan kartu atau sertifikat vaksin. Bagi WNI dan WNA yang belum mendapatkan vaksin, bisa mendapatkannya di tempat karantina dengan persyaratan sudah negatif COVID-19.

Namun, dikutip Speedweek, setidaknya 20% dari 450 orang WorldSBK yang akan masuk Indonesia dilaporkan belum divaksin.

"Sekitar 20 persen dari anggota paddock esensial belum divaksinasi dan sebagian besar dari mereka tidak akan divaksinasi pada minggu ketiga November. Dari sekitar 90 orang (kru yang belum divaksin) ini, ada lebih dari sepuluh pebalap (yang belum divaksin)," tulis Speedweek. Itu termasuk delapan pebalap Superbike dan enam pebalap Supersport.

Speedweek melaporkan, Dorna mencoba melakukan dialog dengan pemerintah Indonesia terkait persyaratan masuk Indonesia untuk ikut balapan WorldSBK pada November mendatang.

"Promotor Dorna berusaha selama berminggu-minggu dalam dialog dengan pemerintah Indonesia untuk melunakkan persyaratan masuk dalam hal ini. Sekarang datang berita penebusan: setiap anggota konvoi SBK yang terakreditasi diizinkan masuk, terlepas dari status vaksinasi mereka," sebut Speedweek dalam laporannya.

Hanya Jakarta dan Denpasar yang diperbolehkan menjadi bandara kedatangan. Setiap orang dari WorldSBK harus menunjukkan tes PCR negatif sebelum naik ke pesawat. Tes akan dilakukan lagi pada saat kedatangan, ditambah karantina 48 jam di hotel yang ditentukan oleh pemerintah. Baru setelah itu perjalanan selanjutnya ke Lombok diizinkan.

Kru yang belum divaksinasi harus menjalani tes PCR lagi lima hari setelah kedatangan. Seluruh rombongan WorldSBK hanya diperbolehkan berpindah antara hotel ke sirkuit, liburan sebelum atau sesudah balapan dilarang. Dan setiap kru membutuhkan visa kerja yang hanya diberikan kepada mereka yang dimasukkan dalam daftar oleh Dorna.



Simak Video "Peminat Membludak, Ribuan Tiket WSBK Mandalika Diserbu dalam Tiga Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)