Bamsoet Janji Merah Putih Tetap Berkibar di Mandalika

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 19 Okt 2021 19:56 WIB
Foto udara tikungan ke-10  lintasan Mandalika International Street Circuit saat matahari terbit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (21/8/2021). Sirkuit internasional Mandalika sepanjang 4,31 km dengan 17 tikungan memiliki kelebihan diantaranya lokasi sirkuit dikelilingi panorama perbukitan dan laut yang indah dan lintasan utama sirkuit menggunakan teknologi aspal terbaru
Bamsoet janji bendera Merah Putih berkibar di Mandalika. Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI
Jakarta -

Badan Antidoping Dunia (WADA) menjatuhkan sanksi kepada Indonesia akibat dianggap tidak patuh dalam penerapan standar antidoping. Itu terjadi sebagai imbas karena Indonesia tak mengirim sampel tes doping plan (TDP) pada 2020 dan 2021. Sanksinya, bendera Merah Putih dilarang berkibar di acara olahraga.

Badan Antidoping Dunia (WADA) mengonfirmasi larangan bendera Indonesia berkibar di event WSBK dan MotoGP. Meski begitu, lagu kebangsaan Indonesia Raya dipastikan masih bisa dikumandangkan pada dua acara tersebut.

"Terkait dengan bendera, konsekuensinya adalah adanya pembatasan pengibaran bendera oleh penyelenggara acara di venue/arena/stadion di sebuah event berskala regional, kontinental atau kejuaraan dunia tengah dipertandingkan -- baik bendera itu berkibar untuk durasi sepanjang event, atau pada bagian-bagian tertentu dalam event tersebut, misalnya pengalungan medali, upacara pembukaan atau penutupan, atau elemen protokoler lainnya," demikian dikatakan WADA dikutip dari Crash.

Namun, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo berjanji, Merah Putih tetap akan berkibar di Sirkuit Mandalika dalam gelaran World Superbike (SBK) maupun MotoGP.

"Momentum (gelaran balap internasional sekelas World Superbike) yang kita tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Walaupun ada ganjalan-ganjalan kecil yang kita hadapi hari ini. Tapi jangan khawatir, saya pastikan bendera merah putih nanti tetap berkibar di Mandalika," kata Bamsoet dalam acara konferensi pers kerja sama antara MGPA, IMI dan Dyandra Promosindo dalam penjualan tiket WSBK 2021, Selasa (19/10/2021).

Bamsoet berharap, Mandalika akan menjadi pusat kegiatan otomotif baru bertaraf internasional yang bisa dibanggakan masyarakat Indonesia. Harapannya, Mandalika menjadi salah satu destinasi yang mampu menyedot perhatian dunia.

"Karena tidak hanya World Superbike saja yang digelar 19-21 November, tapi akan ada Mini GP, ada MotoGP, dan lain-lain. Tentu kita upayakan IMI akan berusaha keras agar sirkuit tersebut ada terus kegiatan sepanjang waktu. Sehingga triliunan rupiah yang dikeluarkan dari kocek negara tidak sia-sia. Dengan target peningkatan pariwisata dan peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat setempat," ucapnya.

Bamsoet bilang, pihaknya sudah menyiapkan banyak hal. Salah satunya adalah memberikan pelatihan kepada 600 orang marshall yang bakal bertugas membantu jalannya balapan World Superbike maupun MotoGP di Mandalika.

"Dan hari ini kita menandatangani kerja sama antara IMI dengan MGPA dan Dyandra dalam rangka pendistribusian tiket. Sehingga pertanyaan-pertanyaan masyarakat bahwa Mandalika jadi atau nggak inilah jawabannya. Kita jadi. Yang terpenting adalah ini bukan proyek mimpi basah. Ini proyek benaran. Proyek yang betul-betul bisa kita wujudkan dan akan ada kegiatan di tingkat internasional," sebut Bamsoet.



Simak Video "Bangga! Sirkuit Mandalika Pakai Aspal Terbaik di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)