Setelah 6 Tahun, Bos Yamaha 'Salahkan' Rossi Gagal Jadi Juara Dunia 2015

Tim Detikcom - detikOto
Senin, 11 Okt 2021 06:39 WIB
KUALA LUMPUR, MALAYSIA - OCTOBER 25:  Marc Marquez of Spain and Repsol Honda Team leads Valentino Rossi of Italy and Movistar Yamaha MotoGP during the MotoGP race during the MotoGP Of Malaysia at Sepang Circuit on October 25, 2015 in Kuala Lumpur, Malaysia.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Rossi vs Marquez di Sepang 2015 (Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Gelar juara dunia yang ke-10 kini cuma jadi mitos buat Valentino Rossi lantaran dia tak akan pernah bisa meraihnya. Banyak yang menyalahkan Marc Marquez atas kondisi ini, tapi Lin Jarvis malah menunjuk jarinya ke The Doctor.

Meraih gelar juara dunia yang ke-10 di semua kelas jadi angan-angan besar Rossi sejak lama. Kesempatan itu datang padanya di tahun 2015, di mana sampai dua seri terakhir dia terlibat persaingan sengit dengan Jorge Lorenzo di posisi atas klasemen.

Di tengah upaya mengejar gelar juara dunia yang ke-10, Rossi ketika itu menuding Marc Marquez membantu Jorge Lorenzo -- yang sama-sama berasal dari Spanyol. Momen yang terjadi di Philllip Island itu kemudian berlanjut di Sepang.

Perseteruan yang memanas justru bukan Rossi Vs Lorenzo dalam persaingan jadi juara dunia, tapi Rossi Vs Marquez. Sampai pada akhirnya terjadilah insiden di Sepang itu. Di mana Rossi menjulurkan lututnya ketika bersebelahan di tengah lintasan dengan Marquez dan membuat rider Repsol Honda itu crash serta gagal melanjutkan balapan.

Buntut dari kejadian itu, Rossi dihukum start dari posisi paling belakang pada MotoGP penutup musim di Valencia. Itu jelas menyulitkan Rossi untuk bersaing dengan Lorenzo, yang pada akhirnya jadi juara dunia dengan keunggulan lima angka dari Rossi.

Dalam pandangan Lin Jarvis, Rossi tidak seharusnya terpancing dengan Marquez ketika itu. Kalau Rossi fokus dengan Lorenzo dan mengejar gelar juara dunia 2015, hasilnya akan berbeda.

"Saya masih berpikir sampai hari ini, kalau saja Rossi tidak terpancing, dia akan sudah memiliki gelar juara dunia (2015)," kata Jarvis dikutip dari La Gazzetta Della Sport.

Persaingan dan perseteruan Rossi vs Marquez saat itu juga disebut Lin Jarvis telah membawa pengaruh buruk buat MotoGP. Fans MotoGP seperti menjadi suporter sepakbola yang menyimpan kebencian dan kemudian menyebarkan kebencian itu melalui media sosial.

"MotoGP setelah balapan di Australia menjadi seperti stadion sepakbola, di mana fans dari tim lawan menghina tim lainnya. Ini telah mengubah olahraga ini, seperti racun yang mencemari lingkungan," tuntas Managing Director Yamaha Motor Racing itu.

Lihat juga Video: Rossi Pede Bisa Bangkit di MotoGP Inggris

[Gambas:Video 20detik]



(din/din)