Kata Lorenzo, Vinales Gagal di Yamaha Gegara Kena Mental Lihat Quartararo

Luthfi Anshori - detikOto
Rabu, 15 Sep 2021 06:51 WIB
KUALA LUMPUR, MALAYSIA - FEBRUARY 06: (L-R) Maverick Vinales of Spain and Yamaha Factory Racing, Valentino Rossi of Italy and Yamaha Factory Racing and Jorge Lorenzo of Spain and Yamaha Factory Test team pose during the 2020 Team Yamaha Factory Racing presentation during the MotoGP Pre-Season Teams Unveiling at Sepang Circuit on February 06, 2020 in Kuala Lumpur, Malaysia. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Maverick Vinales (kiri), Valentino Rossi (tengah), dan Jorge Lorenzo (kanan). Foto: Mirco Lazzari gp / Getty Images
Jakarta -

Mantan pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, mengomentari keputusan Vinales yang hengkang dari Yamaha saat kontraknya masih aktif. Menurut Lorenzo, Vinales tidak kuat dengan tekanan akibat meroketnya performa Fabio Quartararo di MotoGP 2021.

Vinales sudah pisah jalan dengan Yamaha dan kini ia mencoba peruntungannya dengan Aprilia. Keputusan Vinales dan Yamaha mengakhiri kerja sama sangat mengejutkan banyak orang karena harusnya pebalap Spanyol itu bisa tampil lebih baik menyusul pindahnya Valentino Rossi ke tim satelit.

Hadirnya Fabio Quartararo yang diharapkan bisa menjadi tandem kuat bagi Vinales, justru berefek negatif. Quartararo yang tampil impresif musim ini disebut-sebut telah melemahkan mental Vinales, yang masih kesulitan menemukan setingan motor terbaiknya.

"Kedatangan pebalap muda seperti (Fabio) Quartararo tidak mendorongnya untuk naik ke level yang lebih tinggi," ungkap Lorenzo, seperti dikutip dari Tuttomotoriweb, Selasa (14/9/2021).

"Faktanya, yang terjadi justru sebaliknya. Itu membuatnya lebih lemah secara mental, karena dia sangat menderita dari kekuatan (seorang) Fabio. Saat rekan setim Anda melaju setengah detik atau satu detik lebih cepat dari Anda, ini mulai membebani Anda secara mental," sambung Por Fuera.

Lorenzo tidak terkejut dengan keputusan Vinales berpisah dengan Yamaha karena Top Gun sering melakukan keputusan drastis selama kariernya di balap motor.

"Ini bukan pertama kali kami melihat langkah drastis selama kariernya, ia (sering) melakukannya ketika masih muda. Sekarang yang kedua atau ketiga yang dia lakukan," tambah Lorenzo.

Tapi di sisi lain, Lorenzo juga menyoroti kepindahan Vinales ke Aprilia yang dianggap sebuah langkah mundur. "Dia butuh tim baru dan orang-orang baru supaya ia merasa lebih bahagia dan lebih termotivasi," kata Lorenzo.

"(Tapi) rupanya dia mengendarai motor yang lebih buruk, di tim yang lebih buruk. Sejarah mengatakan ini. Tapi kamu tidak pernah tahu," tukas Lorenzo.

(lua/din)