Marquez: Motor Honda RC213V Dulu Kawan, Kini Lebih Sering Jadi Musuh

Ridwan Arifin - detikOto
Rabu, 21 Jul 2021 20:33 WIB
Honda Spanish rider Marc Marquez celebrates on the podium after winning the German MotoGP Grand Prix at the Sachsenring racing circuit in Hohenstein-Ernstthal near Chemnitz, eastern Germany, on June 20, 2021. (Photo by Ronny HARTMANN / AFP)
Marc Marquez masih merasa kesulitan beradaptasi dengan Honda RC213V (AFP/RONNY HARTMANN)
Jakarta -

Marc Marquez mengakui Honda RC213V kini belum nyetel dengan dirinya. The Baby Aliens bahkan menyebut motornya sekarang seperti musuh.

MotoGP 2021 menandai comeback Marquez dari cedera patah tulang yang memaksanya absen selama nyaris setahun. Selama absen, Marquez juga tidak turun langsung dalam pengembangan motor.

Walhasil saat kembali turun balapan, dia merasa asing dengan RC213V. Apalagi kondisi Marquez juga belum dalam 100 persen bugar.

Tapi hasil yang didapat Marquez sejauh ini tidak jelek-jelek amat. Juara dunia delapan kali itu sukses merebut sekali kemenangan (Jerman), dan tiga kali finis 10 besar, meski tiga kali pula gagal finis akibat mengalami kecelakaan di tengah lomba.

Ya, hasil terbaik Marc Marquez sepanjang musim ini adalah saat tampil di Sachnsenring, MotoGP Jerman saat dia jadi juara. Kata pebalap berusia 28 tahun ini, hasil tersebut terbantu 87 lap yang dilakoni dalam tes Catalunya beberapa hari sebelumnya.

"Ya (sekarang seperti musuh RC213V). Kami hanya bergelut satu sama lain," kata Marquez saat disinggung bagaimana saat pertama kali menunggangi RC213V, seperti dikutip Speedweek, Rabu (21/7).

"Sulit untuk memiliki hubungan yang baik. Sekarang kami mencoba memahami cara mengendarai motor. Tes Catalunya banyak membantu saya dengan itu," sambung dia.

Marquez belum paham betul dengan apa yang terjadi dengan RC213V. Apalagi Honda mulai paceklik kemenangan sejak 2020.

The Baby Aliens merasa sedih lantaran tidak bisa memahami sepenuhnya Honda RC213V. Apalagi Marquez mengatakan kemenangan diraih di Jerman seakan candu untuk para pebalap.

"Ini membuat saya frustrasi. Membuat bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Jika tidak pernah menang, rasanya seperti tak pernah makan cokelat. Anda tahu cokelat itu enak, tapi sekali tahu rasanya pasti ingin lagi. Seperti itulah kemenangan. Kalau tahu bagaimana rasanya menang, pasti ketagihan, ada perasaan ingin lagi," ungkap Marquez.

Masa awal-awal balapan, Marquez mengaku kehilangan arah, dan kerap membuat kesalahan saat menunggangi RC213V. Hal itu jelas terlihat dia sempat tiga kali gagal menyelesaikan balapan secara beruntun.

"Menang itu seperti kecanduan, tetapi juga penting untuk tubuh Anda. Jika Anda mengalami akhir pekan yang buruk, dibutuhkan tiga atau empat hari untuk mengisi ulang energi Anda. Sebaliknya, jika Anda memiliki akhir pekan yang menyenangkan, Anda berlatih lagi keesokan harinya dan memberikan 100 persen," kata Marquez.

"Ini sama pentingnya dengan energi Anda. Jika Anda tidak memegang kendali, Anda akan tersesat. Anda tidak mengerti banyak hal dan Anda membuat kesalahan bodoh. Saya telah melakukan beberapa dan saya yakin saya akan melakukan lebih banyak musim ini karena saya tidak mengendalikan situasi," sambung dia.

Marquez merasa penderitaan yang dialaminya bukan dari sepeda motornya. Tapi kondisinya yang belum fit 100 persen. Bahkan, hal ini diungkapkan Marquez kepada Manajer Tekniknya, Santi Hernandez.

"Anda harus sangat jujur pada diri sendiri. Ketika saya lambat dalam sesi latihan, saya harus bisa mengatakan: Itu saya, biarkan motor apa adanya," kata Marquez.

"Ketika saya mengatakan ini kepada Santi [Hernandez] untuk pertama kalinya, dia berkata: Tapi saya ingin membantu Anda. Saya menjawab: Ya, Santi, tapi saya yang bermasalah. Itu membuatnya lebih sulit, tetapi kemudian Anda harus bekerja dengan sangat hati-hati agar Anda tidak salah jalan," jelas Marquez.



Simak Video "Marc Marquez di MotoGP Belanda: Start Ke-20, Finis Ketujuh"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)