Ducati Belajar dari Misi Mustahil Gaet Marc Marquez

Ridwan Arifin - detikOto
Senin, 19 Jul 2021 08:27 WIB
KUALA LUMPUR, MALAYSIA - OCTOBER 29:  Gigi DallIgna of Italy and Ducati Team looks on in box during the MotoGP Of Malaysia - Qualifying at Sepang Circuit on October 29, 2016 in Kuala Lumpur, Malaysia.  (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Gigi Dall'igna Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images
Jakarta -

Ducati belajar dari kegagalan masa lalu. Kini pabrikan yang bermarkas di Borgo Panigale itu fokus ke pebalap muda, tak lagi mengincar pebalap papan atas. Apa alasannya?

Ducati menjadi tim pertama pada musim ini yang dua pebalapnya sudah mengisi podium klasemen sementara MotoGP.

Musim depan, Ducati bakal menurunkan delapan motor sekaligus, seperti yang mereka lakukan pada 2016 hingga 2018 lalu. Tapi pebalap Ducati didominasi anak-anak muda, mulai Jack Miller, Pecco Bagnaia, Johann Zarco, Jorge Martin, Luca Marini, Enea Bastianini, Fabio di Giannantonio, dan berpotensi Marco Bezzecchi.

General Manager Ducati Corse, Gigi Dall'Igna yakin bahwa komposisi pebalap lebih banyak bisa membantu pengembangan Desmosedici lebih baik. Tapi apakah tidak masalah jika hanya fokus ke pebalap lebih muda?

"Benar bahwa seorang pebalap baru yang datang ke MotoGP memiliki kesempatan untuk berkembang dan menunjukkan kekuatannya. Cepat atau lambat potensi itu harus terungkap, jika tidak maka akan menjadi masalah," jelas Dall'Igna seperti dikutip MCN, Sabtu (17/7/2021).

"Sepeda motor secara otomatis akan lebih baik karena jika Anda mengikuti arahan lebih banyak pengendara, Anda berkembang lebih tepat. Dan memiliki sepeda yang lebih seimbang berarti banyak pengendara yang dapat mengekspresikan potensi penuh mereka," tegas Gigi Dall'Igna.

Strategi dengan fokus pada juara mapan belum membuahkan hasil di masa lalu. Seperti diketahui Ducati sempat mengincar Marc Marquez pada masa silam.

Pebalap Spanyol itu telah menunjukkan performa menakjubkan sejak debut di MotoGP pada 2013. Marquez sukses memenangi enam dari tujuh musim sehingga tidak mengherankan apabila Ducati berhasrat mendapatkan servisnya.

Tapi Marquez akhirnya memilih bertahan di Honda, tim yang membantu dia memenangi enam gelar juara dunia dari tujuh musim terakhir. Tidak tanggung-tanggung Marquez setuju dikontrak selama empat tahun, durasi yang tidak biasa karena secara tradisi hanya dua tahun.

Kegagalan itu disebabkan karena Ducati tak mampu menyaingi tawaran gaji Honda. Ducati Corse batal merekrut Marquez pada Kejuaraan Dunia MotoGP 2017, Honda membuat pagar betis melindungi the Baby Alliens. Pada akhirnya Ducati menjatuhkan pilihan pada Jorge Lorenzo. Por Fuera dikontrak dua musim balap: MotoGP 2017 dan 2018.

"Menandatangani kontrak dengan Marquez tidak mungkin, jadi kami memutuskan untuk mengambil Jorge karena dia adalah satu-satunya pembalap yang bisa mengalahkannya. Saya menyesal saya tidak mendapatkan hasil dengannya, karena saya pikir itu mungkin terjadi," kata dia.



Simak Video "Melihat Unboxing Moge Ducati Multistrada V4S, Pertama di Indonesia!"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)