Psssttt... Diam-diam Marquez Masih Kagum sama Rossi, Lho!

Ridwan Arifin - detikOto
Kamis, 01 Jul 2021 20:35 WIB
Italian Valentino Rossi of Petronas Yamaha SRT speeds at a free training session of the MotoGP  in Hohenstein-Ernstthal, Germany, Friday, June 18, 2021. (Jan Woitas/dpa via AP)
Valentino Rossi (AP/Jan Woitas)
Jakarta -

Hanya anggur yang makin tua makin jadi.. sepenggal kalimat dari legenda MotoGP, Giacomo Agostini merespon kiprah Valentino Rossi di MotoGP 2021. Dia menganggap wajar kalau the Doctor kesulitan bersaing dengan pebalap MotoGP era sekarang.

Valentino Rossi sudah empat tahun tak mencicipi kemenangan, sejak yang terakhir dia raih pada 25 Juni 2017 di Sirkuit Assen. Dari balapan ke balapan lain yang dia terus jalani setelahnya, Rossi malah terlihat makin sulit menang. Dan di saat bersamaan kemungkinan dia pensiun malah terlihat lebih besar.

Rossi sehebat apapun dulu, dia tak bisa melawan siklus hidup yang terus berputar. Dia terus balapan di umur 42 tahunnya bersama Petronas Yamaha SRT. Namun performa Rossi sejauh ini belum memuaskan, itu terlihat jelas dari hasil paruh pertama musim MotoGP 2021. Juara dunia 9 kali ini baru mengoleksi 17 poin, dan duduk di peringkat 19 klasemen sementara MotoGP.

Rossi pernah bilang kalau keputusan dia ditentukan dari hasil paruh pertama musim ini. Tapi legenda hidup MotoGP, Agostini menyarankan Rossi untuk mundur dari kompetisi. Dia berujar hidup adalah siklus yang tidak dapat dihentikan, apalagi bagi seorang pebalap yang terus menua.

"Saya tidak banyak percaya pada keajaiban. Saya sendiri, seperti atlet lainnya bahwa tidak ada yang bisa dilakukan melawan waktu kehidupan. Anda bisa mempercepat segalanya, tetapi dia (waktu) selalu lebih cepat dari Anda," kata Agostini kepada La Repubblica seperti dikutip Motosan.es, Rabu (1/7/2021).

"Olahraga ini (MotoGP) berada di level tertinggi. Pada usia tertentu, (seperti) Valentino Rossi, hanya beberapa petinju yang bisa lanjut karirnya, tapi mereka adalah pejuang tua yang bertarung dengan dirinya sendiri. Mereka sebut ini sebagai pertunjukkan,"

"Di dunia kecepatan, sepeda motor, itu tidak bisa bekerja. Hanya anggur yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Tetapi kadang, membiarkannya (anggur) terlalu lama mengubahnya menjadi cuka," jelas Agostini.

Agostini sudah beberapa kali memberi tahu pebalap Yamaha itu, dia bahkan sempat berbicara dengan Rossi saat-saat tertentu di paddock.

Di sisi lain Rossi yang terus membalap di umur kepala empat juga bisa menjadi inspirasi bagi pebalap lain. Menurutnya MotoGP tak melulu tentang kemenangan. Agostini mengungkapkan tekad Rossi ini justru membuat kagum Marc Marquez, belum tentu ada pebalap yang bisa menyamai Rossi.

"Suatu hari, setelah kemenangan spektakuler (Marc Marquez) di Sachsenring, saya berbicara dengan Marc Márquez dan menunjukkan kepadanya kekaguman saya atas apa yang dia lakukan dan untuk cara dia berperilaku dalam pemulihannya yang panjang. Kami bercanda tentang fakta bahwa dia akan menjadi orang yang melampaui saya dalam jumlah kemenangan, karena sekarang dia memiliki 83 kemenangan, dan dia memiliki semua waktu di dunia untuk mencapainya,"

"Dan anehnya, dia mengungkapkan kekagumannya pada Valentino, karena rasanya luar biasa baginya bahwa dia terus bersaing meski tidak menyentuh 10 besar pada hari Minggu", tambah Giacomo.

Sebagaimana diketahui, Marquez dan Rossi punya relasi yang 'unik' Mereka terbilang dekat saat Marquez baru muncul di kelas MotoGP, di mana Rossi kerap memberikan sanjungan dan Marquez tak ragu mengungkapkan kekagumannya pada sang legenda.

Namun relasi mereka memburuk seiring persaingan yang sangat ketat di atas lintasan. Termasuk bumbu-bumbu pertikaian sebagaimana terjadi di MotoGP Malaysia, Argentina, dan beberapa momen lainnya di lokasi berbeda.



Simak Video "Marc Marquez di MotoGP Belanda: Start Ke-20, Finis Ketujuh"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)