Bukan Marquez atau Rossi, Pebalap Moto2 Ini Inspirasi Pelatih Bayern Julian Nagelsmann

Ilham Satria Fikriansyah - detikOto
Rabu, 23 Jun 2021 18:09 WIB
HOHENSTEIN-ERNSTTHAL, GERMANY - JUNE 20:  Marcel Schrotter of Germany and Liqui Moly Intact GP speaks with journalists on the grid during the Moto2 race during the MotoGP of Germany - Race at Sachsenring Circuit on June 20, 2021 in Hohenstein-Ernstthal, Germany. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Marcell Schrotter yang jadi inspirasi pelatih Batern Munich Julian Nagelsmann (Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Jadi pelatih muda yang kariernya dinilai paling gemilang saat ini, Julian Nagelsmann ternyata dapat inspirasi dari dunia balap motor. Bukan Valentino Rossi atau Marc Marquez, tapi rider Moto2, Marcel Schrotter.

Julian Nagelsmann pada April lalu resmi ditunjuk sebagai pelatih Bayer Munich. Baru berusia 33 tahun, dia sebelumnya meraih sukses bersama RB Leipzig.

Dalam kariernya yang masih sangat muda, Nagelsmann punya inspirasi dalam menghadapi tantangan di pekerjaannya. Sumber inspirasi Nagelsmann ternyata bukan datang dari dunia sepakbola, melainkan dari balap motor.

Sosok yang dijadikan referensi pun bukan sang mega bintang seperti Valentino Rossi atau Marc Marquez, melainkan rider Moto2, Marcel Schrotter.

Dikutip dari Visordown, Nagelsmann menjadikan contoh pebalap Moto2 ini untuk memperkuat kesiapan mental dirinya dan juga para pemain muda Bayern di atas lapangan. Pebalap motor disebut Nagelsmann bisa dijadikan contoh karena mereka terbiasa berpikir cepat dan mengambil keputusan dalam hitungan detik, plus punya keberanian dan tekad yang kuat.

Dalam sepakbola, seseorang butuh pola pikir yang cepat agar bisa mengalirkan bola dari tengah lapangan hingga ke depan. Nagelsmann membandingkan hal itu dengan rider MotoGP, di mana mereka membutuhkan ketelitian dalam mengambil keputusan. Salah sedikit, pebalap bisa terjatuh dan gagal meraih kemenangan.

Menurut Nagelsmann, hal ini juga bisa terjadi dalam sepakbola. Jika pemain salah mengambil keputusan dan tidak berpikir cepat, bola bisa direbut oleh pemain lawan dan tim bisa kebobolan. Dirinya juga mengingatkan kepada setiap pemain Bayern untuk membangun mental dan keberanian yang kuat, jangan sampai lengah dan mudah jatuh.

Tak hanya pemain senior, Nagelsmann juga memberikan masukan dan nasihat kepada pemain muda Bayern Munich. Dirinya menerapkan prinsip seperti kepala kru kepada seorang pebalap, di mana butuh pendekatan lebih dekat agar memahami karakter balapnya. Cara ini kemudian diaplikasikan dalam melakukan pendekatan ke sejumlah pemain muda Die Roten.

Lalu, kenapa Nagelsmann harus menjadikan Marcel Schrotter sebagai contoh sekaligus referensi?

Ternyata, hubungan Nagelsmann dengan Marcel Schrotter terjalin sudah lama dan merupakan sahabat dekat. Apalagi mereka berdua juga berkebangsaan Jerman.

Marcel Schrotter merupakan pebalap dari tim Liqui Moly Intact GP untuk musim ini. Sudah sembilan tahun Schrotter malang melintang di Moto2 dan berhasil naik podium sebanyak lima kali.

Schrotter saat ini duduk di urutan keenam klasemen sementara Moto2 dengan meraih 59 poin. Pria berusia 28 tahun tersebut punya performa cukup konsisten, capaian terbaiknya saat ajang MotoGP Italia di mana dia berhasil finis di peringkat kelima. Sementara dalam seri MotoGP Jerman akhir pekan kemarin, Schrotter menyelesaikan balapan di posisi keenam.



Simak Video "Mengenal Dimas Ekky Pratama, Pembalap Mandalika Racing Team Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)