Bukan Alex Marquez, Ini Biang Kerok yang Bikin Petrucci Kesal di MotoGP Jerman

Ridwan Arifin - detikOto
Selasa, 22 Jun 2021 09:45 WIB
MISANO ADRIATICO, ITALY - SEPTEMBER 13: Danilo Petrucci of Italy and Ducati Team  looks on in box during the MotoGp of San Marino - Free Practice at Misano World Circuit on September 13, 2019 in Misano Adriatico, Italy. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Danilo Petrucci Foto: Mirco Lazzari gp/Getty Images
Jakarta -

Rider KTM Tech3, Danilo Petrucci kecewa berat dengan hasil MotoGP Jerman 2021. Rider berusia 30 tahun itu terjatuh usai terseret motor Alex Marquez. Namun Petrucci bilang biang keroknya ialah rekan setimnya, Iker Lecuona.

Di putaran kelima sirkuit Sachnsenring, MotoGP Jerman, Danilo Petrucci (KTM) dan Alex Marquez (LCR) crash di tikungan pertama. Keduanya sama-sama out pada putaran kelima.

Petrux --panggilan Petrucci, terseret motor Alex Marquez hingga ke gravel. Nampak raut kekecewaan Petrux langsung diluapkan ke Alex Marquez.

Tapi usai balapan, Petrux menuding rekan setimnya, Iker Lecuona yang jadi biang kerok dalam kecelakaan tersebut. Saking kesalnya, Petrux --panggilan Petrucci, ogah dekat-dekat lagi dengan Lecuona. Bahkan kritik keras dilontarkan kepada debutan MotoGP tersebut.

Menurutnya, Lecuona pebalap yang tak sabaran. Terlalu agresif tanpa manajemen motor, hingga akhirnya tetap tertinggal ribuan detik dari pebalap terdepan.

"(Alex) Marquez jatuh dan saya menabrak sepeda motornya. Masalahnya, dia (Alex) mengerem sekuat-kuatnya seperti Lecuona, yang berada di depan. Bagi saya, Iker melakukan beberapa hal yang sangat bodoh di beberapa lap. Kami semua menunggu, kami mengantre dan saya ada di sana bersama yang lain. Ada banyak lalu lintas, tapi itu normal pada tahap balapan ini," kata Petrux seperti dikutip Motosan.es, Selasa (22/6/2021).

"Kami memiliki akhir pekan yang baik, awal yang baik dan saya hanya menunggu saat yang tepat. Saya sangat marah kepada Iker karena dia bisa belajar dari 21 pebalap di trek, bukan hanya saya. Ada pembalap lain yang setidaknya memiliki tiga kali pengalaman di trek dan hanya bisa belajar dari mereka. Dan itu terus melakukan hal yang sama, setiap balapan yang telah melakukan itu. Dia tetap agresif di lap pembuka dan kemudian menyelesaikan balapan di posisi terakhir seribu detik di belakang pemimpin. Kurang lebih begitulah strategi karirnya," sambung Petrucci.

Saking kesalnya, Petrucci juga mengaku ogah dekat-dekat Lecuona lagi. Bahkan untuk memberi saran sekali pun, Petrucci tidak mau.

"Tidak (berbicara dengan Lecuona). Saya pikir satu-satunya hal yang bisa saya lakukan adalah lebih baik menjauh darinya, membiarkan dia memasak jusnya sendiri di balapan berikutnya," ucap Petrucci.



Simak Video "Marc Marquez di MotoGP Belanda: Start Ke-20, Finis Ketujuh"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)