'Valentino Rossi Susah Menang Karena Sudah Ketuaan di MotoGP'

Ridwan Arifin - detikOto
Selasa, 15 Jun 2021 10:59 WIB
Yamaha-SRT Italian rider Valentino Rossi talks with mechanics during the second MotoGP free practice session of the Moto Grand Prix de Catalunya at the Circuit de Catalunya on June 4, 2021 in Montmelo on the outskirts of Barcelona. (Photo by LLUIS GENE / AFP)
Valentino Rossi Foto: AFP/LLUIS GENE
Jakarta -

Steve Parrish, mantan pebalap MotoGP asal Inggris ini punya teori sendiri penyebab Valentino Rossi susah menang di arena balap. Dia menilai Rossi tidak kehilangan skill balapnya, namun terlalu tua untuk balapan di MotoGP.

The Doctor meraih hasil mengecewakan di awal musim ini. Rossi baru mengantongi 15 poin dari tiga balapan di tujuh seri pertama. Dia bahkan sudah empat kali gagal mendulang poin di mana dua di antaranya gagal finis karena jatuh.

Spekulasi pun bermunculan, apakah Rossi sudah kehilangan skill balapnya, atau dia sudah kalah cepat dari pebalap yang lebih muda. Steve Parrish punya pendapat sendiri, menurutnya umur memengaruhi insting dari seorang pebalap.

"Kita semua tahu bahwa Valentino adalah pebalap hebat yang hebat. Dia tidak menang lagi, bukan karena dia tidak memiliki kekuatan atau keterampilan, dia tidak menang karena dia lebih tua," ujar Steve Parrish seperti dikutip dari GPone, Selasa (15/6/2021).

"(pebalap lebih tua) lebih memahami bahayanya. , secara tidak sadar, tanpa menyadarinya. Pebalap muda tidak melihat bahayanya, mereka hanya melihat bendera kotak-kotak (finish). Itu terjadi pada semua orang. Khususnya, di balapan motor karena berbahaya dan Anda tidak dapat sepenuhnya mengisolasi diri dari bahaya. MotoGP balapan "milik" pebalap muda yang tetap fokus pada kemenangan," sambung dia.

Tak hanya itu, motor MotoGP saat ini semakin kencang. Sehingga perlu keberanian saat menungganginya.

"Tahun 2012 saya pernah mengendarai motor Rossi, tetapi juga Honda milik Nicky Hayden. (rasanya) spektakuler. Di garasi saya memiliki 200 tenaga kuda, di antaranya sepeda balap lama saya, 1978 dan 1979 RG500, saya masih mengendarainya dan mereka tampak sangat lambat bagi saya sekarang," ujar Parrish.

"Motor MotoGP luar biasa sekarang. Kebanyakan orang berpikir itu mudah untuk dikendarai, tapi saya sangat tidak setuju. Sampai saat ini kami memiliki 12 pebalap bisa finis dalam 8 detik dan untuk menjadi kompetitif setiap detail harus sempurna. Dibutuhkan keterampilan dan banyak keberanian. Saya memperlakukan pembalap kelas atas dengan sangat hormat. Sungguh," tambah dia.

The Doctor pun pernah mengatakan bakal pensiun di paruh pertama musim. Tapi bagaimanapun, Rossi mengaku akan terus balapan jika masih memiliki gairah, yang mana tidak menutup kemungkinan hingga tahun depan. Saat ini pebalap asal Italia itu merupakan rider pemegang 9 gelar juara dunia.



Simak Video "Marc Marquez di MotoGP Belanda: Start Ke-20, Finis Ketujuh"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)