MotoGP Jerman Jadi Mimpi Buruk untuk Pebalap Yamaha, Apa Masalahnya?

Muhammad Hafizh Gemilang - detikOto
Senin, 21 Jun 2021 10:22 WIB
DOHA, QATAR - MARCH 28:  Maverick Vinales of Spain and Monster Energy Yamaha MotoGP Team  heads down a straight during the MotoGP race during the MotoGP of Qatar - Race at Losail Circuit on March 28, 2021 in Doha, Qatar. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Maverick Vinales jadi salah satu pebalap Yamaha yang terpuruk di MotoGP Jerman. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Pada gelaran MotoGP Jerman yang berlangsung Minggu (20/6/21) kemarin, tim Yamaha terseok-seok untuk mendapat posisi tedepan. Walaupun pada akhirnya Fabio Quartararo naik ke podium, tapi pebalap Yamaha lainnya harus puas berada di posisi 14 ke bawah.

Selain Quartararo, Valentino Rossi adalah satu-satunya pebalap Yamaha asal tim satelit Petronas Yamaha SRT yang mendapatkan poin pada MotoGP Jerman kali ini.

Rossi berhasil finis di urutan ke 14, sedangkan rekan setimnya, Franco Morbidelli harus puas menyelesaikan balap di urutan kedua terakhir.

Sedangkan Maverick Vinales, dari tim pabrikan Yamaha, harus pulang dengan kepala tertunduk usai finis di urutan terakhir alias ke-19.

Sejak awal, Vinales harus berjuang lebih keras dari yang lainnya. Pebalap asal Spanyol ini, harus memulai balap dari urutan ke-21.

"Di seri Qatar, motor ini fantastik. Tapi di (MotoGP Jerman) sini, sebuah bencana yang komplet," ujar Vinales pada sesi konferensi pers usai MotoGP Jerman.

"Pada awal balap saya tidak tahu apa yang terjadi dengan motor saya. Saya kira ban saya kempis atau apapun yang terjadi. Tapi saya benar-benar tidak tahun apa yang terjadi," paparnya.

"Lalu saya mencoba dua, tiga lap pertama, saya mulai mendapatkan performa terbaik yang bisa saya lakukan. Tapi ketika bertemu Ducati, saya merasa frustasi dan tidak tahu apa yang akan saya lakukan," ujar Maverick Vinales.

Franco Morbidelli mengatakan hal yang sama. Menurutnya sejak sebelum balapan berlangsung, dirinya sudah tahu bahwa balapan kali ini akan berjalan sulit.

"Kami (Yamaha) memulai balap dari posisi belakang, di sirkuit yang sempit dan di sirkuit ini kami tahu kami tidak bisa mengeluarkan kecepatan (dari motor kami) sepenuhnya," ujar Franco Morbidelli.

Valentino Rossi pun mengatakan hal yang sama seperti Morbidelli dan Vinales. Meskipun pulang dengan mengantongi poin, balapan kali ini tidak sesuai ekspektasinya.

"Masalahnya, pada saat balap semuanya terasa lebih sulit. Saya memulai balap dengan kurang baik. Saya sulit untuk menerobos barisan dan tertahan. Itu terasa tidak mudah," ujar pebalap berusia 42 tahun ini.

(mhg/lua)