Penantian Panjang Marc Marquez: Juara Lagi Setelah 581 Hari

Doni Wahyudi - detikOto
Senin, 21 Jun 2021 06:29 WIB
Jakarta -

581 hari. Itulah penantian panjang Marc Marquez untuk menjadi juara lagi di ajang MotoGP. Penantian yang bukan sekadar perkara waktu, namun juga periode paling suram dalam kariernya.

Malam tadi di Sirkuit Sachsenring, Marc Marquez tampil gemilang untuk menjuarai MotoGP Jerman. Menjalani start impresif dari posisi lima, rider asal Spanyol penunggang Honda itu tak butuh waktu lama untuk bisa memimpin balapan.

Setelah berada di posisi paling depan, Marquez tak bisa lagi dikejar lawan-lawannya. Miguel Oliveira sempat memberikan tekanan pada Marquez, tapi pada akhirnya jarak antara mereka berdua tak paling dekat dari 1 detik.

Maka saat Marquez menyentuh garis finis di posisi pertama, pecahlah kegembiraan dan keharuan seluruh kru Repsol Honda. Ini tentu saja bukan kemenangan yang biasa.

Marquez meraih kemenangan ini setelah kariernya terancam habis akibat kecelakaan fatal yang dia alami di awal musim 2020. Kecelakaan hebat yang memaksanya absen satu musim penuh.

Setelah kemenangan terakhirnya di MotoGP Valencia 2019, 581 hari kemudian Marquez bisa jadi juara lagi. Malam tadi dia untuk kali ke-11 secara beruntun di semua kelas menjuarai MotoGP Jerman.



"Itu sulit. Sangat sulit menjaga konsentrasi karena semua kenangan itu, seluruh situasi yang saya alami setahun terakhir muncul lagi," ucap Marquez pada wartawan usai balapan.

"Yeah, ini kemenangan paling penting dan paling sulit sepanjang karier saya, dan saya yakin hari ini adalah peluang besar (untuk kembali memenangi balapan). Secara mental ini tidak mudah, karena saya datang dari situasi yang sulit, tiga kali nol poin secara beruntun. Tapi saya bilang ke diri saya sendiri, kalau hari ini adalah harinya saya," lanjut pemilik sembilan gelar juara dunia itu dikutip dari Crash.

Kemenangan di MotoGP Jerman mengatrol posisi Marquez ke urutan 10 klasemen pebalap MotoGP 2021. Jaraknya dengan Fabio Quartararo di posisi paling atas masih sangat jauh, 90 poin. Tapi Marquez mungkin belum mau peduli soal jaraknya dengan puncak klasemn.

Karena seperti diungkapkannya sendiri, ini adalah kemenangan paling indah dan paling sulit dalam kariernya.

(din/din)