Kritik Keras Bagnaia: Kalau yang Tewas Pebalap MotoGP, Balapan Pasti Dibatalkan!

Muhammad Hafizh Gemilang - detikOto
Senin, 31 Mei 2021 13:50 WIB
Medical officers clear the track as they evacuate Swiss Moto3 rider Jason Dupasquier in an helicopter after a crash during a qualifying session ahead the Italian Moto GP Grand Prix at the Mugello race track in Scarperia e San Piero on May 29, 2021. - Swiss Moto3 rider Jason Dupasquier was being taken to hospital after a three-bike crash that halted qualifying for the Italian motorcycling Grand Prix at Mugello on May 29, 2021. Organisers said the stricken teenager was being taken to hospital in Florence to undergo tests. Japanese rider Ayumu Sasaki and Spaniard Jeremy Alcoba were the others involved in the accident which delayed the MotoGP fourth practice with organisers reporting both were fine. (Photo by Tiziana FABI / AFP)
Balapan MotoGP yang tetap digelar setelah ada rider yang meninggal dunia memicu kritik. Francesco Bagnaia bilang, race akan dibatalkan jika yang meninggal adalah rider kelas MotoGP (AFP/TIZIANA FABI)
Jakarta -

Kecelakaan fatal yang dialami oleh Jason Dupasquier di sesi kualifikasi 2 Moto3 hingga membuatnya meninggal dunia, membuat pebalap Ducati, Fransesco Bagnaia sempat tidak ingin balapan.

Fransesco Bagnaia mengaku GP Italia ini adalah salah satu hari terburuk di hidupnya dan dia menyesali balapan di Sirkuit Mugello itu akhirnya tetap berlangsung.

"Saya meminta untuk tidak balap hari ini. Ini terasa tidak benar bagi saya. Kalau (kecelakaan fatal) ini terjadi di MotoGP, pasti kita tidak akan balap. Saya benar-benar tidak senang dengan keputusan bahwa kita tetap diminta balap, setelah mendengar kabar seperti ini," ujar Bagnaia dilansir dari Crash.

Bagnaia meraih hasil yang sangat meyakinkan sebelum race berlangsung. Pebalap pabrikan Ducati ini, sempat menjadi yang tercepat pada sesi latihan bebas ketiga dan mendapat posisi start kedua.

Ketika balapan dimulai, Bagnaia langsung menunjukkan tajinya. Terbukti Bagnaia memenangkan duel holeshot dan sempat memimpin jalannya balap. Namun, ketika balap masih menyisakan 22 lap Bagnaia justru kehilangan kendali motornya dan berakhir crash.

"Tidak masalah kalau saya crash di balapan ini. Pikiran saya hanya memikirkan tentang dia (Jason), dan keluarganya. Kita baru saja kehilangan pebalap berusia 19 tahun. Ini benar-benar berat untuk diterima, dan berat untuk memutuskan tetap balapan hari ini," ujar Bagnaia.

Bagnaia mengaku balapan ini menjadi sangat sulit ketika mendengar kabar duka mengenai Jason Dupasquier dari rumah sakit. Terlebih, ketika harus memulai balap dengan minute of silence.

"Setelah kabar duka itu, saya langsung meminta tim saya, kepada David Tardozzi, bahwa saya lebih baik tidak balapan. Namun saya sadar ini pekerjaan saya dan saya tetap harus mengerjakannya," papar Bagnaia.

Atas hasil balap di Mugello ini, Francesco Bagnia sebagai pebalap tuan rumah harus puas tertinggal 26 poin dari Fabio Quartararo yang bertengger di puncak klasemen. Bagnaia saat ini berada di urutan ketiga klasemen sementara MotoGP dengan 79 poin.



Simak Video "Marc Marquez di MotoGP Belanda: Start Ke-20, Finis Ketujuh"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)