Rossi Tak Pernah Cedera Arm Pump, Kenapa Serang Pebalap Muda?

Ridwan Arifin - detikOto
Senin, 10 Mei 2021 16:01 WIB
DOHA, QATAR - APRIL 03: Valentino Rossi of Italy and Petronas Yamaha SRT strats from box during the qualifying practice during the MotoGP of Qatar - Qualifying at Losail Circuit on April 03, 2021 in Doha, Qatar. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Valentino Rossi Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Arm pump kini jadi momok pebalap MotoGP. Tapi Valentino Rossi mengaku bersyukur belum pernah mengalami cedera arm pump sepanjang 26 tahun berkiprah di kejuaraan balap dunia.

Seperti diketahui empat pebalap MotoGP dilanda cedera arm pump. Jack Miller dan Iker Lecuona jadi dua rider yang sudah mengalami arm pum beberapa tahun belakangan. Keduanya menjalani operasi usai berlaga di MotoGP Doha, pada April lalu.

Fabio Quartararo kemudian menyusul, El Diablo mengalami cedera arm pump saat race di Jerez, Spanyol. Pun Aleix Espargaro juga menderita arm pump pada balapan yang sama.

The Doctor merasa bersyukur belum pernah mengalami cedera arm pump. Menurutnya cedera ini juga berkaitan dengan motor MotoGP yang semakin kencang. Selain itu, gaya balap juga dirasa memengaruhi.

"Sindrom kompartemen juga terkait dengan tenaga dan peningkatan performa sepeda, baik dalam hal akselerasi dengan top speed dan pengereman yang luar biasa. Di Jerez Anda mengerem sangat keras, sehingga masalah ini bisa muncul. Dan bagi mereka yang menderita arm pump, itu benar-benar gangguan," kata Rossi seperti dikutip dari Corsedimoto, Senin (10/5/2021).

Pecco Bagnaia yang naik podium di Jerez mengatakan bahwa tidak ada VR46 Riders Academy yang memiliki kekhawatiran pada arm pump. "Saya pikir ini bagaimana Anda mengendarai motor dan berlatih. Atau mungkin kita hanya beruntung," tambahnya.

Namun Luca Marini mengakui bahwa hal yang dikatakan Pecco tidak sepenuhnya benar. Adik tiri dari Valentino Rossi ini mengaku pernah mengalami arm pump di masa lalu. Dia menjelaskan faktor apa saja yang bisa membuat pebalap MotoGP menderita cedera tersebut.

"Arm pump bisa berhubungan dengan banyak hal. Setelan wearpack kulit Anda mungkin agak terlalu ketat, seperti yang saya alami, misalnya. Mungkin juga tuas rem berada dalam posisi yang aneh. Karena tidak mudah bagi mekanik untuk mengembalikan semuanya ke posisi yang persis sama saat mereka mengerjakan sepeda motor, membongkarnya di sela-sela balapan dan membangunnya kembali. Satu milimeter lebih jauh ke atas atau ke bawah dapat memiliki konsekuensi (arm pump) ini. Namun bisa juga terjadi jika fisik Anda tidak dipersiapkan dengan baik, terutama otot bisep, trisep, dan dada," ujar Luca.

Lebih lanjut ia juga senada dengan Valentino Rossi bahwa tenaga MotoGP yang terus meningkat, upaya pengereman yang lebih intens dapat membuat lengan bawah lebih mudah stres.

"Itu juga bisa terjadi jika Anda berganti kelas (Moto2 ke MotoGP). Motornya lebih berat dan Anda harus mengerem lebih keras daripada di kelas di bawahnya," jelas rookie Luca Marini.



Simak Video "MotoGP Jerman: Marc Marquez Rajanya Sirkuit Sachsenring"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)