Yamaha Dua Kali Berjaya di Qatar, Rossi Kok Masih Keok?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Senin, 05 Apr 2021 11:47 WIB
DOHA, QATAR - MARCH 26: Valentino Rossi of Italy and Petronas Yamaha SRT rounds the bend during the MotoGP of Qatar - Free Practice at Losail Circuit on March 26, 2021 in Doha, Qatar. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Valentino Rossi masih jeblok di MotoGP, meski dua rider tim pabrikan Yamaha berhasil jadi juara (Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Pebalap tim pabrikan Yamaha, Maverick Vinales dan Fabio Quartararo berhasil menjadi juara di dua seri pembuka MotoGP 2021. Berlangsung di sirkuit Losail, Qatar, Vinales menjadi juara di MotoGP Qatar dan Quartararo juara di MotoGP Doha, semalam.

Dua pebalap tim pabrikan Yamaha berhasil jadi juara, kenapa Valentino Rossi masih susah payah? Kesulitan Valentino Rossi saat balapan MotoGP Doha diawali dari hasil kualifikasi yang kurang baik. Pebalap asal Italia itu harus start dari grid kedua dari belakang alias dari posisi 21. Ini menjadi posisi kualifikasi terburuk dalam karier panjang Rossi di MotoGP.

"Ketika Anda start jauh dari belakang, itu tidak mudah. Karena semua pembalap kuat, 15 besar hanya terpaut kurang dari sepuluh detik," keluh Valentino Rossi seperti dilansir Speedweek. "Saya kehilangan terlalu banyak waktu di beberapa lap pertama. Saya mengharapkan lebih."

Berbicara soal hasil kualifikasi terburuknya di MotoGP, sebelumnya Rossi mengaku memiliki masalah pada ban belakang. Menurutnya, motor Yamaha M1 tunggangannya tidak memiliki cengkeraman yang baik.

"Saya memiliki cengkeraman yang kurang dalam akselerasi dan juga setelah beberapa lap. Saya sangat menderita dan kecepatan saya tidak bagus. Juga, saat kualifikasi dengan ban baru, saya tidak pernah merasa cukup cepat."

The Doctor menyebut, dia sempat membaik dalam sesi pemanasan menggunakan ban keras. Saat balapan, Rossi menggunakan konfigurasi elektronik yang berbeda.

"Hari ini kami menemukan sesuatu (yang berbeda) di elektronik, kami kembali ke konfigurasi yang sudah lama tidak saya gunakan. Saya beradaptasi lebih baik dengan itu. Karena sampai Sabtu saya sangat lambat. Jadi saya mengambil langkah itu," ucapnya.

"Saya lebih cepat dari seminggu yang lalu, tetapi itu tidak cukup, saya tidak mendapatkan poin. Itu adalah balapan yang sulit," sebutnya.

Sirkuit Internasional Losail sendiri telah menjadi trek yang bagus untuk Rossi di masa lalu. Di sana, dia menang pada 2005, 2006, 2010 dan 2015. Pada 2021, hasil dalam dua balapan Qatar dengan posisi ke-12 dan ke-16 adalah catatan yang cukup buruk baginya.



Simak Video "Joan Mir Pede Juara MotoGP Lagi, Rossi Jagokan Morbidelli"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)