Kepopuleran Formula-E Disebut Sudah Setara Formula 1

Rizki Pratama - detikOto
Minggu, 27 Des 2020 17:16 WIB
BERLIN, GERMANY - MAY 25: In this handout from FIA Formula E -  Alexander Sims (GBR) BMW I Andretti Motorsports, BMW iFE.18 at Tempelhof Airport on May 25, 2019 in Berlin, Germany. (Photo by FIA Formula E/Handout/Getty Images)
Balap mobil listrik Formula-E disebut sudah setara Formula 1. Foto: (Getty Images)
Jakarta -

Di tengah isu penekanan emisi dunia otomotif mulai merangkak ke arah elektrifikasi termasuk di bagian olaharaganya. Formula-E pun kini akan masuk musim ketujuh dan popularitasnya terus meningkat. Bahkan disebut sudah setara dengan Formula 1.

Semakin punya nama, Formula-E pun tak lagi menyerap mantan punggawa F1 demi mendapatkan perhatian. Formula-E sudah berani memberikan kesempatan pada pebalap baru yang akan siap menjadi idola baru.

Kondisi pun mulai berbeda saat ini. Dulunya pebalap Formula-E menerima sisa pebalap F1, kini bisa saja dari Formula-E ke F1. Setidaknya itu yang diakui oleh kepala tim Mercedes-Benz Formula-E, Ian James.

"Saya pikir, FE sebagai sebuah seri, sekarang mencapai titik di mana kita akan melihat aliran di kedua arah," kata James.

Tidak hanya pebalap, staf mekanik pun juga dapat saling transfer antar dua kejuaraan dunia itu.

"Maksud saya tidak hanya dari sudut pandang pengemudi. Lihatlah seluruh personel tim. Para insinyur, mekanik, manajemen tim, dan pengemudi. Saya melihat peluang di sana di mana dari tahun ke tahun Anda akan melihat orang-orang berpindah di antara dua rangkaian tersebut. Ada beberapa alasan yang masuk akal untuk itu," jelasnya.

Formula-E juga kini sudah diakui sebagai kejuaraan dunia adalah faktor yang berpengaruh juga. Jadi balapan motor listrik itu juga punya gelar bergengsi yang patut dimiliki para tim balap.

"Itu ditunjukkan saat kami memasuki musim ketujuh, musim pertama kami sebagai kejuaraan dunia, status yang bagus dan benar-benar pantas dan baik untuk masa depan."

Enam dari 24 pembalap FE saat ini telah mengikuti setidaknya satu balapan Formula 1. Mereka adalah Lucas di Grassi (18 GP untuk Virgin pada 2010), Jean-Eric Vergne (58 GP untuk Toro Rosso pada 2012-14), Stoffel Vandoorne (41 GP untuk McLaren pada 2016-18), Sebastien Buemi (55 GP untuk Toro Rosso pada 2009-11) ditambah rekan setimnya di Porsche FE Pascal Wehrlein (39 GP untuk Manor dan Sauber pada 2016-17) dan Andre Lotterer (GP Belgia 2014 untuk Caterham).



Simak Video "Buka-bukaan Jakpro soal Peruntukan Commitment Fee Formula E"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lua)