Petaka Mesin Yamaha di MotoGP 2020, Rossi: Sudah Bermasalah dari 2016

Ridwan Arifin - detikOto
Selasa, 15 Des 2020 09:01 WIB
The Italian rider, Valentino Rossi, of Movistar Yamaha team, in action during the MotoGP Free Practice 3, GP Monster Energy  of Catalonia, June 4, 2016 in Barcelona, Spain. (Photo by Joan Cros/NurPhoto via Getty Images)
Valentino Rossi saat berlagai di MotoGP 2016 Foto: Red Bull
Jakarta -

Performa Yamaha YZR-M1 menurun sudah dirasakan sejak 2016. Puncaknya di musim 2020, pabrikan garputala itu didera berbagai masalah hingga kena penalti lantaran katup mesin.

Yamaha memenangkan banyak Grand Prix musim 2020, yakni tiga kemenangan Fabio Quartararo dengan pabrikan M1 2020, tiga kemenangan Franco Morbidelli dengan motor "spek-A" tahun 2019. Sedangkan pebalap pabrikan, Maverick Vinales hanya bisa meraih satu kemenangan dan Valentino Rossi cuma sekali naik podium.

Hasil yang diraih keempat pebalap Yamaha itu pun berdampak pada perolehan mereka di papan klasemen MotoGP 2020. Tidak ada pebalap pabrikan yang tembus di tiga besar, Maverick Vinales di posisi 6, dan Valentino Rossi berada di tempat ke-15. Hanya Franco Morbidelli yang berhasil menyelamatkan muka Yamaha dengan bertengger di posisi dua.

Apa yang terjadi di Yamaha?

Permasalahan mesin motor Yamaha sempat diungkap oleh Managing Director Yamaha Lin Jarvis. YZR-M1 mengalami masalah teknis saat ditunggangi ketiga pebalapnya, Vinales, Rossi, dan Morbidelli.

"Kesalahan yang kami buat tahun ini dibuat sebelum awal tahun ini, dilakukan pertengahan tahun lalu. Kami mengalami masalah ini dengan pemasok katup pada bulan Juli ketika mereka tidak dapat melanjutkan produksi katup yang ingin kami gunakan. Pada titik ini, Yamaha memutuskan untuk memiliki dua pemasok katup, ini adalah kesalahpahaman," ungkap Lin Jarvis seperti dikutip dari Corsedimoto, Selasa (15/12/2020).

"Selain kelemahannya, -dari beberapa katup yang kami ketahui, mesin kami sangat andal selama sisa musim. Beberapa mesin kami melaju lebih dari 3000 km, sungguh luar biasa! Dan mereka harus melakukannya karena kami harus membuang banyak mesin. Jadi ada kepercayaan diri dan ketenangan pikiran maksimum untuk tahun mendatang," sambungnya.

Performa YZR-M1 menurun sejak akhir musim MotoGP 2015, yang mengantarkan Jorge Lorenzo sebagai jawara. Dominasi YZR-M1 semakin dipertegas dengan Valentino Rossi yang keluar sebagai runner-up pada musim yang sama. Pada musim 2016 motor YZR M-1 masih bisa kompetitif, The Doctor kembali finis sebagai runner-up, berada di belakang Marc Marquez.

Di musim-musim berikutnya pebalap pabrikan Yamaha kesulitan untuk bersaing. Masalah motor Yamaha sejatinya sudah dirasakan Rossi sejak empat tahun silam, yakni grip belakang yang kurang dan top speed.

"Dari 2016 hingga 2017 itu adalah tahun yang krusial bagi Yamaha dan M1," kenang Valentino Rossi.

"Karena saat itulah kami mulai mengalami masalah. Motor kami sangat kompetitif hingga tahun 2016. Anda bisa saja memenangkan balapan dan kejuaraan dunia. Tapi sejak saat itu kami mengalami kesulitan. Saya tidak tahu seberapa besar kesalahan Yamaha atau pabrikan lain yang telah meningkat," simpul Rossi.



Simak Video "Apresiasi Keanu Reeves hingga Tom Cruise untuk Valentino Rossi"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)