Curhat Morbidelli Merasa Tak Dicintai Yamaha

Ridwan Arifin - detikOto
Rabu, 25 Nov 2020 13:27 WIB
Petronas Yamaha SRT French driver Franco Morbidelli sits in the box during the third free practice session of the MotoGP race of the European Grand Prix at the Ricardo Tormo circuit in Valencia on November 7, 2020. (Photo by JOSE JORDAN / AFP)
Franco Morbidelli curhat sebagai pebalap Yamaha pada musim MotoGP 2020 Foto: AFP/JOSE JORDAN
Jakarta -

Franco Morbidelli kaget bisa mengakhiri musim MotoGP 2020 sebagai runner-up. Padahal pebalap berusia 25 tahun ini merasa posisinya tak dijagokan bila disandingkan dengan Valentino Rossi, Maverick Vinales, dan Fabio Quartararo.

Sepanjang musim 2020, Pebalap Italia berdarah Brazil ini bahagia betul bisa memenangi balapan di tiga seri MotoGP, di antaranya San Marino, Teruel, dan Valencia.

"Jika Anda bilang bahwa saya bakal memenangi tiga balapan di MotoGP, saya mungkin bakal nangis! Ini sungguh bikin saya syok. Tapi tak bisa dibantahkan musim ini memang hebat," ucap Franco Morbidelli seperti dikutip dari GPone, Selasa (24/11/2020).

Padahal, pebalap tim Petronas Yamaha, Quartararo dan Franco Morbidelli, menggunakan dua motor berbeda dalam gelaran MotoGP 2020. El Diablo memakai motor spek pabrikan YZR-M1 2020, sementara rekan setimnya menggeber motor keluaran 2019, atau dikenal sebagai "A-spec" M1.

Nah, atas alasan itu Morbidelli merasa tak dicintai lantaran diberikan paket spek motor berbeda dari ketiga pebalap Yamaha lainnya.

"Di awal musim, saya seperti pebalap Yamaha paling tertinggal. Fakta bahwa saya punya motor berbeda dari tiga rider lain, ini membuat saya merasa tak dicintai. Tapi saya menghilangkan emosi ini dengan bekerja keras di rumah dan bekerja keras dengan tim. Semua terbayarkan dan kami telah membuat perbedaan," kata Morbidelli.

Meski demikian, Morbidelli sadar betul dengan keputusan Yamaha. Ia berharap musim depan Yamaha bisa memberikan dorongan lebih terhadapnya.

"Saya tahu ada tiga pebalap yang sangat kuat di Yamaha. Jadi pilihan apa yang akan diberikan kepada siapa sangat sulit karena alasan ini. Saya tidak merasa diremehkan. Saya merasa di tempat terakhir di Yamaha. Saya mengerti."

"Ya, saya berharap kejuaraan ini membuat saya semakin diperhatikan Yamaha, tetapi saya tidak pernah merasa diremehkan. Levelnya sangat tinggi. Vale punya banyak pengalaman, Quartararo super cepat, Maverick super cepat juga. Saya hanya yang terakhir," jelas Morbidelli.

Keberhasilan Morbidelli juga tak terlepas dari sang kepala kru Ramon Forcada. Ia diketahui pernah bekerjasama dengan pebalap-pebalap seperti John Kocinski, Alex Barros, dan Casey Stoner sebelum bergabung dengan Lorenzo saat terjun di musim perdananya di MotoGP pada 2008.

"Ada hubungan spesial dengan Forcada. Saya tidak pernah begitu bahagia. Aku beruntung bisa selalu bekerja dengan teknisi yang fantastis," tutur murid Valentino Rossi ini.



Simak Video "MotoGP 2020 Selesai, Hasilnya Ada 9 Pemenang Berbeda"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)