IMI Senang Banyak Sekolah Balap Bermunculan di Indonesia

M Luthfi Andika - detikOto
Rabu, 18 Nov 2020 16:38 WIB
Honda Luncurkan Brio Baru untuk Balapan
Ilustrasi mobil balap Foto: Rizki Pratama
Jakarta -

Ikatan Motor Indonesia (IMI) sangat senang dan menyambut baik niatan komunitas atau perusahaan yang membangun akademi atau sekolah balap dan drift di Indonesia. Soalnya dengan adanya sekolah balap dan drift akan semakin banyak melahirkan bibit muda yang berkualitas dan piawai dalam dunia balap.

"Jadi memang kami dari IMI targetnya ke depan itu, ini (ajang balap/drift) bukan olahraga biasa untuk itu akademi itu jadi satu industri part dari big industrinya motorsport," ujar Ketua Umum PP IMI, Sadikin Aksa, Selasa (17/11/2020) di Karawaci Tangerang kemarin.

Sadikin memastikan IMI akan terus mendukung sekolah balap di Indonesia dengan melahirkan peraturan yang mendukung sekolah-sekolah balap lainnya.

"Part motorsport itu bermacam-macam, baik dari pembalapnya, infratuktur seperti sekolah drifting di Tangerang di sini selanjutnya untuk sekolah balapnya ada di Mandalika dan Sentul, dan part motorsport selanjutnya teamnya. Ini menjadi satu paket industri dan dengan adanya akademi atau sekolah artinya industri ini tumbuh," kata Sadikin.

"Kami dari IMI hanya bisa membuka jalan, kalau ada yang bilang kami membangun (membuat sekolah) itu salah, IMI itu hanya regulator dan pendukung. Dukungannya apa bisa seperti apa sih tantangan mereka misalnya untuk regulasi pemerintah daerahkah atau pusatkah, jalan itu yang akan kita bukakan agar investor mau dan masuk," kata Sadikin.

Balap motor ketahanan bertajuk Yamaha Endurance Festival 2019 berlangsung meriah di Sirkuit Sentul, Bogor. Kejuaran ini adalah balapan yang mempertarungkan ketahanan performa mesin selama 2 jam untuk masing-masing kategori yang dipertandingkan yaitu sport 155cc dan sport 250cc.Ilustrasi Balap motor ketahanan bertajuk Yamaha Endurance Festival 2019 berlangsung meriah di Sirkuit Sentul, Bogor. Kejuaran ini adalah balapan yang mempertarungkan ketahanan performa mesin selama 2 jam untuk masing-masing kategori yang dipertandingkan yaitu sport 155cc dan sport 250cc. Foto: dok. Yamaha

Begitu juga soal kurikulum sekolah balap, Sadikin memastikan itu bukanlah menjadi tanggung jawab IMI.

"Akademi atau sekolah balap atau sekolah drifting ini kan berawal dari komunitas, kalau IMI regulasinya. Kalau kurikulumnya itu dari mereka, karena akademi atau sekolah balap itu kita lempar ke bawah biar teman-teman yang benar-benar mengerti yang membuat kurikulumnya," katanya.

"Misalnya dari akademi VR46 itu kurikulumnya dari mereka sendiri begitu juga dengan sekolah balap Marc Marquez, itu cara mengajarnya beda namun ending-nya sama yaitu juara dunia. Tapi mereka punya kurikulum sendiri-sendiri mungkin cara balap satu dengan yang lainnya beda, tidak bisa kita meregulasi kurikulumnya tapi kalau soal balapannya kita bisa (mengatur regulasinya)," tutup Sadikin.



Simak Video "Unjuk Kebolehan Meliuk-liuk di Lintasan, Festival Mobil Drift Semarang"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)