Dovizioso Melempem Bukan Gegara Motor?

Ridwan Arifin - detikOto
Jumat, 30 Okt 2020 19:35 WIB
Ducatis Italian rider Andrea Dovizioso (L) and Reale Avintia Racings French rider Johann Zarco leave the track after falling down during the MotoGP race of the Moto Grand Prix de Catalunya at the Circuit de Catalunya on September 27, 2020 in Montmelo on the outskirts of Barcelona. (Photo by LLUIS GENE / AFP) / The erroneous mention[s] appearing in the metadata of this photo by LLUIS GENE has been modified in AFP systems in the following manner: [Reale Avintia Racings French rider Johann Zarco] instead of [Petronas Yamaha SRT Italian rider Franco Morbidelli]. Please immediately remove the erroneous mention[s] from all your online services and delete it (them) from your servers. If you have been authorized by AFP to distribute it (them) to third parties, please ensure that the same actions are carried out by them. Failure to promptly comply with these instructions will entail liability on your part for any continued or post notification usage. Therefore we thank you very much for all your attention and prompt action. We are sorry for the inconvenience this notification may cause and remain at your disposal for any further information you may require.
Andrea Dovizioso krisis kepercayaan diri? Foto: AFP/LLUIS GENE
Jakarta -

Andrea Dovizioso pesimistis bisa juara dunia MotoGP 2020 lantaran Desmosedici-nya tak bisa tampil kompetitif. Tapi bagi Test rider Ducati, Michele Pirro masalah Dovizioso itu tidak hanya datang dari motor.

Dovizioso saat ini menempati urutan kelima klasemen sementara MotoGP 2020 hanya selisih 28 poin dari Joan Mir. Dengan tiga balapan tersisa, peluang Dovizioso jadi juara dunia sebenarnya masih terbuka lebar.

Dari 11 seri berlalu, Dovizioso baru menang sekali di MotoGP Austria yang memang jadi sirkuit favorit Ducati. Selain itu, Dovizioso cuma sekali finis podium yakni urutan ketiga di MotoGP Jerez selaku seri pembuka. Sisanya Dovizioso finis posisi 6, 11, 5, 7, 8, 4, 7, dan terakhir posisi ke-13.

Michele Pirro mengatakan penurunan performa Dovizioso lantaran rider 34 tahun itu mulai kehilangan percaya diri. Menurutnya dalam balapan ada tiga faktor penentu yakni motor, ban, dan kepercayaan diri. Apalagi musim 2020 merupakan gelaran balap yang dibalut Covid-19, jadwalnya berbeda dari balapan biasanya.

BARCELONA, SPAIN - SEPTEMBER 26:  Andrea Dovizioso of Italy and Ducati Team   speaks in box with mechanics during the MotoGP of Catalunya: Qualifying during qualifying for the MotoGP of Catalunya at Circuit de Barcelona-Catalunya on September 26, 2020 in Barcelona, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)Andrea Dovizioso mengisi tempat kelima di klasemen sementara MotoGP 2020 Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

"Andrea benar-benar kesulitan di beberapa GP terakhir tapi saya rasa masalahnya bukan pada motornya. Ini ditunjukkan oleh Zarco (MotoGP Teruel) yang finis di lima besar bersama Ducati," ujar Pirro seperti dikutip dari GPone, Jumat (30/10/2020).

"Seperti yang terlihat dari luar, ini adalah kejuaraan dunia yang tidak biasa dan dalam beberapa hal anomali, di mana Anda tidak hanya perlu memiliki motor di atas."

"Anda juga dapat memiliki performa puncak motor, tetapi jika Anda tidak memiliki perasaan yang tepat dengan ban untuk memaksimalkannya, Anda tidak akan ke mana-mana. Di Valencia saya mungkin juga memiliki sensasi yang luar biasa dengan Ducati, tetapi jika Andrea atau pebalap Ducati lainnya tidak memiliki kombinasi yang tepat saat mereka berlomba -terdiri dari motor, ban dan kepercayaan diri- Anda tidak akan ke mana-mana," jelas Dovizioso.

Kendati demikian, Pirro mengamati Suzuki memiliki kans juara lebih besar, lantaran konsisten selalu berada di podium.

"Mungkin Dovi bisa segera menemukan kepercayaan diri yang tepat dan memenangkan kedua balapan atau perjuangan seperti yang terjadi di balapan terakhir. Saat ini di kejuaraan ini tidak ada kepastian bagi siapa pun, kecuali Suzuki, karena mereka selalu ada di garis depan untuk memperebutkan podium. Yang bisa saya katakan adalah kami telah bekerja keras karena kami tidak ingin menyerah. Nyatanya, masih ada tiga balapan lagi," jelas dia.



Simak Video "Jawaban Emosional Dovizioso Tentang Ducati dan Masa Depannya"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lth)