Motornya Paling Lambat tapi Bisa Juara, Morbidelli Kayak Max Biaggi

Ridwan Arifin - detikOto
Selasa, 27 Okt 2020 20:37 WIB
ALCANIZ, SPAIN - OCTOBER 24: Franco Morbidelli of Italy and Petronas Yamaha SRT  rounds the bend during the qualifying for the MotoGP of Teruel at Motorland Aragon Circuit on October 24, 2020 in Alcaniz, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Franco Morbidelli dibilang mirip Max Biaggi Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Franco Morbidelli boleh berbangga hati jadi juara MotoGP Teruel 2020. Pengamat top MotoGP Carlo Pernat bahkan menyebut gaya balap Franco Morbidelli itu mirip Max Biaggi.

Dalam gelaran MotoGP yang digelar sirkuit Motoland Aragon, di MotoGP Teruel 2020, Minggu (25/10/2020) malam WIB, Morbidelli memulai start dengan baik. Motor Yamaha YZR-M1 miliknya mampu menempel pebalap LCR, Takaaki Nakagami.

Usai Nakagami jatuh, Morbidelli memimpin balapan dan tak bisa dikejar. Dia meninggalkan kompetitor di belakangnya, Alex Rins pun sebagai rider terdekat tanpa pernah memberi kesempatan merebut posisi terdepan.

"Saya selalu menjadi penggemar Morbidelli," ucap Carlo Pernat seperti dikutip GPone, Selasa (27/10/2020).

Padahal motor Yamaha milik Morbidelli tak sekencang pebalap garpu tala lainnya dalam MotoGP Teruel 2020. Catatan top speed, pebalap Italia itu menorehkan kecepatan tertinggi 334,4 km/jam. Sedangkan Fabio Quartararo dan Maverick Vinales punya speed 4 km/jam lebih kencang.

"Melihat kecepatan tertinggi, motor Franco adalah yang paling lambat dari semua Yamaha, tetapi paket yang mereka buat adalah yang paling baik." tutur Carlo.

Pernat ngefans betul dengan cara balapan Morbidelli, bahkan gaya balapnya dibilang mirip dengan musuh bebuyutan Valentino Rossi, yakni Max Biaggi. Ngacir tak tekejar saat memimpin balapan.

"Saya melihat Lorenzo dan Biaggi di Morbidelli karena, ketika dia memulai dan membutuhkan beberapa detik ke depan, Anda tidak dapat menangkapnya lagi. Dia memenangkan semua balapan seperti itu. Gaya mengendarainya sangat mirip dengan Max (Biaggi)," sambungnya.

Pun gaya balapnya, lanjut Pernat, tak terlepas dari sang kepala kru Ramon Forcada. Forcada pernah bekerjasama dengan pebalap-pebalap seperti John Kocinski, Alex Barros, dan Casey Stoner sebelum bergabung dengan Lorenzo saat terjun di musim perdananya di MotoGP pada 2008.

"Dia juga membawa Ramon Forcada. Dia pelatih yang hebat, tapi dia juga bagus, di level manusia. Saya pikir ikatan antara dia dan Franco akan bertahan lama dan mengarah pada sesuatu yang penting," jelas Carlo.



Simak Video "MotoGP 2020 Selesai, Hasilnya Ada 9 Pemenang Berbeda"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)