Aksi Elbow Down Marquez Bakal Diadopsi Pebalap Muda MotoGP?

Ridwan Arifin - detikOto
Minggu, 04 Okt 2020 12:19 WIB
DOHA, QATAR - FEBRUARY 22: Marc Marquez of Spain and Repsol Honda Team  rounds the bend during the MotoGP Tests at Losail Circuit on February 22, 2020 in Doha, Qatar. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Elbow Down dan Knee Down yang dilakukan Marc Marquez Foto: Mirco Lazzari gp / Getty Images
Jakarta -

Ban Michelin dirumorkan hanya nyetel dengan pebalap muda. Namun Bos LCR Honda Lucio Cecchinello punya pandangan bahwa salah satunya berkaitan dengan gaya mengemudi dari pebalap muda di kelas MotoGP.

Bukan tanpa sebab, absennya Marc Marquez membuat juara-juara baru dalam seri yang sudah berjalan di MotoGP 2020. Tahun ini, terdapat empat rider yang mampu meraih kemenangan perdananya di kelas primer, yakni Quartararo, Brad Binder, Miguel Oliviera, dan Morbidelli.

Tak ketinggalan rider Suzuki Joan Mir yang acapkali menikung para rider di lap-lap terakhir. Hal ini memperkuat asumsi beberapa ahli bahwa pembalap muda Moto2 di kelas utama lebih cocok dengan generasi baru ban Michelin daripada para pebalap veteran seperti Rossi, Crutchlow, Dovizioso, Aleix Espargaró dan Petrucci.

Sementara itu hanya dua veteran yang pernah memenangkan balapan bersama ban baru Michellin musim ini, yakni Dovizioso dan Viñales.

Lucio Cecchinello, yang merupakan pemenang GP 125 cc tujuh kali ini mengamati dengan cermat penampilan Takaaki Nakagami (musim MotoGP ke-3) dan Cal Crutchlow (musim MotoGP ke-10) di tim balap MotoGP-nya dengan penuh perhatian dan ia melihat alasan lain keberhasilan para singa muda di MotoGP.

Marc Marquez sering menerapkan teknik elbow down -siku menempel di aspal- saat beraksi ketika menikung atau menjinakkan RC213V. Lucio menilai gaya tersebut bakal diadopsi para pebalap muda lainnya di MotoGP.

"Saat ini terjadi evolusi dalam gaya mengemudi di antara generasi pengemudi termuda. Cara Anda menyandarkan tubuh menjauhi sepeda motor berarti siku Anda menyentuh aspal, bukan hanya lutut. Lebih alami bagi pebalap muda untuk mengendarai dengan cara ini untuk menangani mesin MotoGP dengan sebaik-baiknya," ujar Lucio seperti disandur dari Speedweek, Minggu (4/10/2020).

"Gaya berkendara ini bekerja sangat efisien, karena Anda menggeser lebih banyak beban ke arah pusat gravitasi sepeda motor dan gaya sentrifugal Anda berkurang."

"Pembalap seperti Valentino Rossi atau bahkan Cal cenderung mengandalkan posisi standar di motornya. Perkembangan gaya mengemudi ini dapat diamati dengan jelas. Di Marc Márquez kami telah melihat selama bertahun-tahun bahwa dia sangat sering menyelamatkan sepeda motor dengan sikunya ketika roda depan kehilangan pegangan. Gaya berkendara ini diharapkan bisa diadopsi oleh semua pebalap dari generasi muda yang akan kita saksikan di Kejuaraan Dunia MotoGP di masa depan," jelas Lucio.



Simak Video "Bikin Pebalap Puas! Sirkuit Mandalika Dibilang Mirip Jerez dan Assen"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lua)