Jumat, 25 Sep 2020 20:59 WIB

Pecco Bicara Lapisan Kaca Helm MotoGP yang Membawa Petaka

Rangga Rahadiansyah - detikOto
MotoGP rider Francesco Bagnaia of Italy falls down when leading the race ahead of Maverick Vinales of Spain, in the background, during the Emilia Romagna Motorcycle Grand Prix at the Misano circuit in Misano Adriatico, Italy, Sunday, Sept. 20, 2020. (AP Photo/Antonio Calanni) Pecco menuding lapisan tear off menjadi penyebab dia kecelakaan. Foto: AP/Antonio Calanni
Jakarta -

Francesco 'Pecco' Bagnaia berharap agar MotoGP menerapkan aturan baru terkait sampah lapisan kaca helm atau tear off. Terakhir, Jack Miller menjadi korban sampah tear off dari Fabio Quartararo. Mesin motor Miller ngempos lantaran filter udaranya tersumbat tear off Quartararo.

Pecco juga menuding dirinya kecelakaan karena melindas tear off di tikungan. Padahal, saat itu ia memimpin balapan. Dia terpeleset dari motor meski data tak menunjukkan ada tanda-tanda pengaruh dari motornya.

Pebalap Italia sekaligus murid Valentino Rossi itu berpikir ada yang harus dilakukan untuk menghentikan terulangnya kemalangan Miller. Dia menganggap, seorang pebalap gagal finis karena tear off adalah hal yang tak seharusnya terjadi.

"Itu adalah hal yang ingin saya diskusikan di Komisi Keamanan besok karena menurut saya itu tidak normal--bukan untuk kecelakaan saya, karena kami tidak tahu apakah itu karena tear off--tapi untuk apa yang terjadi pada Jack," katanya seperti dikutip Motorsport.

"Menurut saya tidak normal seseorang kalah dalam balapan seperti ini."

"Jadi, saya pikir para marshal harus membersihkan trek setiap lap setiap kali mereka melihat satu tear off di aspal, karena Anda tidak bisa kalah dalam balapan seperti ini," sambungnya.

Pecco berpikir, MotoGP harus mempertimbangkan pengaturan zona khusus, lokasi tear off dapat dibuang di sana. Cara itu dipercaya memudahkan marshal dengan aman menyingkirkan sampah tear off tersebut dari lintasan.

"Saya pikir tidak mungkin membersihkan setiap saat kualifikasi atau latihan, itu tidak mungkin karena ada pembalap di semua bagian sirkuit," tambahnya.

"Tapi mungkin untuk balapan itu penting untuk membuat peraturan yang mengatakan Anda bisa meletakkan sobekan hanya di bagian sirkuit tertentu."

"Jadi, Misano setelah Tikungan 6, seperti di trek lurus. Karena seperti ini, para marshal bisa membersihkannya lebih baik dan mereka tahu itu hanya satu bagian dari sirkuit."



Simak Video "'Ular-ular' Rossi yang Sudah Berani Gigit Tuannya Sendiri"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com