Senin, 21 Sep 2020 08:39 WIB

Kenapa Mesin Motor MotoGP Mati saat Terjatuh?

Tim detikcom - detikOto
Valentino Rossi Rossi terjatuh dan berusaha melanjutkan balapan di MotoGP Emilia Romagna 2020. Foto: GPOne
Jakarta -

Kecelakaan di balapan MotoGP 2020 kerap kali terjadi. Baik kecelakaan highside yang menimbulkan risiko buruk hingga kecelakaan lowside menimpa beberapa pebalap.

Biasanya, saat kecelakaan lowside, pebalap berusaha keras untuk melanjutkan balapan. Seperti yang dialami beberapa pebalap dalam seri MotoGP Emilia Romagna di Misano, Italia, semalam WIB. Beberapa pebalap seperti Valentino Rossi dan Francesco Bagnaia mengalami kecelakaan lowside.

Rossi misalnya, setelah terjatuh, ia berusaha membangunkan motornya dan ingin melanjutkan balapan. Namun, Rossi yang dibantu beberapa orang marshal harus berusaha keras menyalakan motor yang mati saat kecelakaan dengan cara mendorongnya. Kenapa mesin motor MotoGP mati saat kecelakaan?

Disarikan dari berbagai sumber, mesin motor MotoGP mati saat kecelakaan karena sensor memutus tenaga mesin ketika motor jatuh. Sensor yang disebut lean angle atau bank angle dan beberapa penyebutan lainnya itu membaca sudut kemiringan motor. Ketika melebihi batas dan terdeteksi motor terjatuh, sensor akan menonaktifkan mesin demi keamanan.

Sensor ini akan mematikan mesin motor ketika terjatuh untuk keselamatan pengendaranya atau mencegah kerusakan yang lebih parah pada motor. Misalnya, ketika tangki bensin mengalami kebocoran dapat menyebabkan kebakaran jika mesin tetap menyala saat motor terjatuh. Atau pebalap itu sendiri bisa terseret motor jika mesin masih menyala saat motor terjatuh sehingga membahayakan.

Tak cuma di motor MotoGP, motor yang dijual massal pada umumnya bahkan sampai skuter matik (skutik) yang dijual di Indonesia saat ini juga memiliki fitur serupa, mesin akan mati ketika motor terjatuh.

Namun, sensor bank angle di motor MotoGP telah disempurnakan sehingga memungkinkan pebalap menikung dengan sudut kemiringan lebih ekstrem.

Ketika motor MotoGP terjatuh dan mesinnya mati, pebalap harus bersusah payah menyalakan mesinnya lagi. Sebab, motor MotoGP tak dilengkapi dengan kick starter atau tombol electric starter seperti motor yang dipakai di jalanan umum. Sebab, komponen-komponen tersebut akan menambah berat motor MotoGP jika disematkan.

Salah satu cara menyalakan motor MotoGP adalah dengan cara didorong. Cara mendorong motor untuk menyalakan mesin ini cenderung diterapkan saat pebalap terjatuh dan mesinnya mati saat balapan. Biasanya marshal yang bertugas di sekitar sirkuit membantu mendorong motor untuk menyalakan mesin. Ketika motor melaju karena dorongan, pebalap akan masuk ke gigi 1 dan menekan kopling. Setelah itu tuas kopling dilepas hingga mesin motor menyala.

Namun, ketika di paddock atau sebelum start, motor MotoGP biasanya dinyalakan menggunakan roller starter. Roda belakang motor dinaikkan ke atas roller starter dalam keadaan masuk gigi dan kopling ditekan. Saat roller starter hidup dan menggerakkan roda belakang, kopling dibuka supaya mesin motor menyala.

Ada juga yang memakai crankshaft starter, yang dipelopori oleh Ducati. Ini cara yang paling sederhana karena mesin starter-nya tinggal ditempelkan ke crankshaft motor MotoGP dan mesin akan menyala.



Simak Video "Line-up Sementara Pembalap MotoGP 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com