Kamis, 13 Agu 2020 06:09 WIB

Dulu Gahar Sekarang Loyo, Ada Apa dengan Ducati?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
BRNO, CZECH REPUBLIC - AUGUST 08:  Andrea Dovizioso of Italy and Ducati Team rounds the bend during the MotoGP Of Czech Republic - Qualifying Practice at Brno Circuit on August 08, 2020 in Brno, Czech Republic. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Andrea Dovizioso merasa ada perbedaan antara Ducati musim ini dengan musim-musim sebelumnya. (Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Pada tiga tahun belakangan, Andrea Dovizioso bersama tim pabrikan Ducati selalu membayang-bayangi Marc Marquez. Bahkan, MotoGP 2017, 2018, dan 2019, Dovizioso menjadi runner-up MotoGP di bawah Marquez.

Namun, di awal musim 2020 ini, Dovizioso bersama motor Ducati melorot. Dovizioso memang memijak podium di MotoGP Spanyol 2020 di Jerez, tapi kemudian di MotoGP Andalusia dia finis di posisi enam dan di MotoGP Ceko hanya mampu finis di urutan 11.

Padahal, Johann Zarco dari tim satelit yang menggunakan motor Ducati spek 2019 berhasil naik ke podium. Namun, Dovizioso hanya mampu finis 16 detik di belakang Brad Binder yang menjadi juara MotoGP Ceko.

Dovizioso yakin bahwa ban belakang Michelin yang baru membutuhkan set-up motor yang sama sekali baru. Dia menilai, motor Ducati Desmosedici tahun ini tak sama dengan motor yang ia pakai saat menjadi runner-up MotoGP tiga tahun belakangan.

"(Ducati Desmosedici) GP19 dan GP20 sangat mirip. Terlalu mudah jika hanya itu," kata Dovizioso seperti dikutip Crash.

VALENCIA, SPAIN - NOVEMBER 15:  Andrea Dovizioso of Italy and Ducati Team looks on in box during the MotoGP Of Valencia - Free Practice at Ricardo Tormo Circuit on November 15, 2019 in Valencia, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)Andrea Dovizioso. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp

"Ban belakang (baru) mendorong bagian depan. Dan tidak hanya mendorong, ini bekerja dengan cara yang berbeda. Saya pikir gaya (berkendara) yang berbeda dapat memperbaiki situasi saya, tapi ternyata tidak seperti itu. Saya membutuhkan lebih banyak bantuan dari set-up."

"Saya pikir batas kami adalah kami mengikuti apa yang kami lakukan dalam tiga tahun terakhir karena berhasil (saat Dovizioso sukses membayangi Marquez), dan tidak berhasil (saat ini)," ujarnya.

Dovizioso mengeluhkan soal pengereman motor Ducati. Padahal sebelumnya, Dovizioso merupakan salah satu pebalap terkuat dalam hal pengereman.

"Jika Anda memeriksa data saya, bagian depan (motor) saya selalu terkunci (saat pengereman)," ujarnya.

"Saya selalu yang terbaik dalam pengereman tetapi ketika saya membandingkan dengan Pecco (Francesco Bagnaia dari tim Pramac Ducati) di Jerez dan hari ini di dua lap saya benar-benar memperhatikan Zarco, saya kehilangan banyak hal saat pengereman. Ini tidak bisa diterima."

"Saya harap kami dapat memahami sesuatu karena saat ini kami lambat saat keluar (tikungan) di mana di masa lalu kami lebih baik, dan (saat ini) saya tidak baik dalam pengereman. Jadi dengan situasi saya, saya jauh."

Dovizioso melanjutkan, dulu ketika ada sesuatu terjadi pada motornya, timnya akan melakukan perbaikan dan itu berhasil. Tapi saat ini ketika timnya mencoba perbaikan dengan cara yang sama, itu tidak berhasil.

****

Saksikan live streaming MotoGP Austria di detikOto, Minggu (16/8) pukul 19.00 WIB. Tayangan yang sama bisa disaksikan secara langsung di Trans7



Simak Video "Quartararo Juara MotoGP Spanyol, Disusul Vinales dan Dovizioso"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com