Minggu, 02 Agu 2020 12:36 WIB

Dovizioso: Yamaha Bermasalah di Mesin, Marquez Punya Kans Juara

Ridwan Arifin - detikOto
JEREZ DE LA FRONTERA, SPAIN - JULY 19:  Jack Miller of Australia and Pramac Racing  leads the field during the MotoGP race during the MotoGP of Spain - Race at Circuito de Jerez on July 19, 2020 in Jerez de la Frontera, Spain. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) MotoGP. Foto: Getty Images/Mirco Lazzari gp
Jakarta -

Dua seri MotoGP usai dihelat, Fabio Quartararo kokoh di posisi pertama dengan mengoleksi 50 poin. Tapi, juara bertahan Marc Marquez belum berhasil mengumpulkan poin. Bintang Ducati Andrea Dovizioso mengatakan perebutan juara dunia MotoGP 2020 masih terbuka lebar bagi pebalap lain.

Dovizioso mengaku belum meraih hasil yang maksimal setelah melakoni dua kali balapan di sirkuit Jerez.

"Sejujurnya, aku berharap untuk sesuatu yang lebih," ujar Dovizioso seperti dikutip dari Speedweek, Minggu (2/8/2020).

"Quartararo memiliki dua kemenangan. Tetapi di sisi lain, kita tahu seperti apa MotoGP dan punya cerita yang berbeda di setiap trek. Tentu saja, gelar juara dunia masih terbuka untuk saat ini," tegasnya.

Dalam tiga tahun terakhir, Marc Márquez-lah yang menghalangi pria Italia berusia 34 tahun itu untuk menjadi jawara. Bintang Repsol Honda itu mematahkan lengan atas kanannya saat balapan pembuka musim 2020 yang singkat dan absen melewati GP Andalusia. Namun, Dovizioso belum menghapus pembalap Spanyol berusia 27 tahun dari daftar pebalap MotoGP yang bisa memenangkan gelar.

"Pertama, Anda harus menunggu dan melihat kondisi Marc di Brno, apakah dia dapat mendorong 100 persen atau apakah dia masih memiliki batasan. Itu akan membuat perbedaan besar," kata pebalap Ducati, yang mematahkan tulang selangka tiga minggu sebelum dimulainya MotoGP 2020.

Menurut Dovi, The Baby Aliens sepanjang tahun hanya satu kali melakukan kesalahan namun empat musim beruntun mampu menjadi juara bertahan.

"Sepanjang kariernya, Marc hanya melakukan kesalahan dalam satu tahun. Jika dia di bawah tekanan dan memiliki tujuan yang jelas dalam pikiran, dia hanya lebih kuat dan membuat lebih sedikit kesalahan. Masa lalu telah menunjukkan itu," ungkap dia.

"Awalnya saya tidak memikirkannya lagi, tapi sekarang saya pikir Marc masih bisa bertarung jadi juara dunia," lanjut Dovi.

Dovizioso juga melihat Yamaha perkasa di dua seri MotoGP 2020. Fabio Quartararo juga memimpin sedari balapan dimulai.

Dua pekan pertama MotoGP 2020, Yamaha mengalami masalah mesin. Saat balapan berlangsung, dua rider yang menunggangi motor Yamaha yakni Valentino Rossi dan Franco Morbideli mengalami kendala teknis pada motornya.

Maverick Vinales juga sempat merasakan hal ganjil pada mesin motornya. Bedanya, kendala pada motor Vinales tidak terjadi saat balapan berlangsung. Vinales yang finis kedua di MotoGP Andalusia mengatakan sempat merasakan suara aneh dari mesinnya saat latihan bebas 3 (Free Practice 3/FP3) pekan lalu.

"Anda juga harus melihat bagaimana mesinnya di Yamaha. Ini adalah masalah yang harus dihadapi di musim ini. Hanya Anda yang tahu situasinya, tetapi ini dapat memengaruhi gelar perebutan juara dunia. Itu benar: Quartararo memiliki 50 poin. 50 poin itu banyak, dia dalam kondisi baik dan akan cepat di semua trek. Tetapi mengingat musim tahun ini, situasi yang berbeda dan juga ban yang kita miliki sekarang, saya percaya bahwa Juara Dunia masih sepenuhnya terbuka untuk semua pebalap," jelasnya.

Klasemen MotoGP setelah 2 dari 14 balapan:

1. Quartararo 50 poin.
2. Viñales 40.
3. Dovizioso 26.
4. Nakagami 19.
5. Pol Espargaró 19.
6. Rossi 16.
7. Miller 13.
8. Alex Márquez 12.
9. Zarco 12.
10. Morbidelli 11.
11. Mir 11.
12. Bagnaia 9.
13. Oliveira 8.
14. Petrucci 7.
15. Rabat 7.
16. Rins 6.
17. Smith 5.
18. Binder 3.
19. Crutchlow 3.



Simak Video "Quartararo Juara MotoGP Spanyol, Disusul Vinales dan Dovizioso"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com