Senin, 13 Jul 2020 08:45 WIB

Kenapa Motor MotoGP Tak Punya Starter Elektrik Seperti Motor Bebek atau Matik?

Doni Wahyudi - detikOto
MOTEGI, JAPAN - OCTOBER 19: John McPhee (L) of Great Britain and Petronas Sprinta Racing push the bike of  Franco Morbidelli of Italy and Petronas Yamaha SRT at park ferme and celebrates at the end of the qualifying practice during the MotoGP of Japan - Qualifying at Twin Ring Motegi on October 19, 2019 in Motegi, Japan. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images) Franco Morbidelli didorong motornya saat berada di pit lane (Getty Images/Mirco Lazzari gp)
Jakarta -

Sering kita lihat motor MotoGP didorong lebih dulu untuk bisa menyalakan mesinnya. Kenapa harus repot-repot mendorong? Kenapa tidak pakai starter elektrik saja?

Ketiadaan starter elektrik internal pada motor-motor MotoGP sering kali jadi merepotkan. Lihat saja kalau Valentino Rossi atau Marc Marquez terjatuh di tengah race. Setelah bersusah payah menegakkan kembali motor yang berat itu, mereka harus minta bantuan steward untuk mendorong tunggangannya.

Itupun tidak selalu langsung berhasil menghidupkan mesin. Kadang butuh beberapa dorongan sebelum mesin bisa kembali meraung dan mereka melanjutkan balapan.

Lalu, kenapa motor MotoGP tidak pakai starter elektrik atau kick starter?

Alasan utamanya adalah untuk mengurangi berat. Makin ringan motor, setiap tim jadi bisa memaksimalkan komposisi rasio bobot dan power. Selain itu, motor ringan juga makin menguntungkan saat pengereman, lantaran bobot adalah faktor dalam momentum.

Sekarang detikers mungkin mulai berpikir: memangnya berapa berat komponen starter elektrik?

Mari kita asumsikan memasang starter elektrik Yamaha R1 pada motor MotoGP. Berat komponen starter elektrik milik Yamaha R1 adalah sekitar 2,26 kg. Itu belum semuanya karena masih membutuhkan casing ekstra pada mesin dan gear.

Jika ditotal, beratnya bisa mencapai 3,17 kg. Tapi ada satu hal lagi yang terlupakan. Betul..., baterai atau aki. Itu saja bisa menambah berat sampai 3,5 kg. Sementara kalau memakai baterai lithium ion bobotnya tetap nambah 0,6 kg.

Nah, artinya penambahan komponen starter elektrik bisa membuat motor dapat tambahan berat sampai 4 kg. Itu angka yang besar jika memperhitungkan 0,1 detik saja menjadi waktu yang sangat berharga dan menentukan pemenang dan pecundang.

Bagaimana Motor MotoGP Dihidupkan?

Seperti sudah disebut di atas, salah satunya adalah dengan cara di dorong. Saat masih berada di paddock, rider akan dapat bantuan dari krunya untuk mendorong motor.

Ketika motor melaju karena dorongan, pebalap akan masuk ke gigi 1 dan menekan kopling. Setelah itu tuas kopling dilepas hingga mesin motor menyala.

Cara kedua adalah menggunakan roller starter. Roda belakang motor dinaikkan ke atas roller starter dalam keadaan masuk gigi dan kopling ditekan. Saat roller starter hidup dan menggerakkan roda belakang, kopling dibuka supaya mesin motor menyala.

Ada juga yang memakai crankshaft starter, yang dipelopori oleh Ducati. Ini cara yang paling sederhana karena mesin starter-nya tinggal ditempelkan ke crankshaft motor MotoGP dan mesin akan menyala. Demikian dikutip dari Twomotion.

=====

Mulai akhir pekan ini detikOto akan menayangkan live streaming MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez. Saksikan pada Minggu (19/7) pukul 19.00 WIB



Simak Video "Rossi Posisi Ketujuh Kualifikasi MotoGP Emilia Romagna"
[Gambas:Video 20detik]
(din/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com