Bagaimana MotoGP 'Melawan' Virus Corona?

Doni Wahyudi - detikOto
Selasa, 03 Mar 2020 11:07 WIB
DOHA, QATAR - MARCH 20: The MotoGP second bikes parl in front at box during the MotoGP race during the MotoGp of Qatar - Race at Losail Circuit on March 20, 2016 in Doha, Qatar. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)
MotoGP Qatar dibatalkan, bagaimana nasib seri-seri lainnya? (Mirco Lazzari gp/Getty Images)
Jakarta -

Yang dikhawatirkan akhirnya terjadi juga. MotoGP harus membatalkan seri pembuka dan menunda balapan di Thailand. Seberapa parah corona akan memengaruhi MotoGP?

Khawatir virus corona akan makin merebak penuluarannya, Qatar memutuskan untuk membatalkan balapan MotoGP 2020. Race pembuka musim yang sedianya digelar pada akhir pekan ini akhirnya hanya akan memperlombakan Moto2 dan Moto3.

Pemerintah Thailand kemudian mengambil langkah yang sama. MotoGP Thailand yang sejatinya dilangsungkan di Sirkuit Buriram pada 20 Maret ditunda.

MotoGP Amerika Serikat kini akan menjadi pembuka musim balapan 2020. Tapi tak ada yang berani memberi jaminan balapan di sana akan tetap digelar.



Ini bukan kali pertama MotoGP gagal menggelar dua balapan pembuka musim. Mat Oxley dalam kolomnya di motorsport magazine menyebut pada tahun 1980 dua race perdana juga dibatalkan.

Tahun 1980, balapan pertama di Vanezuela dibatalkan karena ketidakstabilan politik di negara tersebut yang disebabkan pergantian pemerintahan. Lalu balapan kedua di Austria juga gagal digelar, lantaran lintasan tertutup salju nyaris satu meter.

Alhasil musim pertama MotoGP tahun itu baru dilangsungkan di Misano, pada 11 Mei.

Sementara pada tahun 1939, balapan Grand Prix gagal menuntaskan satu race terakhir. Balapan kelas 250, 350, dan 500cc harusnya kelar di Monza pada 4 September. Tapi tepat sehari sebelumnya Inggris menyatakan perang pada Jerman. Semua jadi berantakan.

Saat dunia diguncang isu teroris, dari Al Qaeda sampai ISIS, MotoGP juga tetap berhasil menggelar musim sampai tuntas. Beberapa kekhawatiran sempat muncul, tapi pada tahun-tahun krusial itu tak ada balapan yang terganggu.



Pun begitu saat dunia diguncang krisis ekonomi pada akhir 2000-an dan awal periode 2010-an. MotoGP tetap langgeng digelar dan malah menghasilkan beberapa musim yang pantas dikenang.

Masih menurut catatan Mat Oxley, peristiwa besar terakhir yang sampai mengganggu MotoGP adalah letusan gunung Eyjafjallajökull di Islandia yang membuat motoGP Jepang ditunda sampai enam bulan pada 2010. Dan juga pada 2011 ketika terjadi bencana pembangkit nuklir Fukushima.

Masih tanda tanya besar apakah MotoGP 2020 akan tetap bisa digelar. Tontonan ini telah menjadi bisnis triliunan rupiah, yang melibatkan jutaan orang di seluruh belahan dunia. Tapi sebagaimana Qatar akhirnya membatalkan balapan dan Thailand memutuskan menunda, potensi penuluaran corona yang sangat besar dianggap tidak sebanding dengan alasan apapun.

Dorna sampai saat ini memastikan musim balapan MotoGP 2020 akan tetap digelar. Yang jadi permasalahan, kapan balapan pertama akan digelar? Kalau penyebaran virus corona tak juga mereda, tak sedikit yang meragukan MotoGP Amerika Serikat akan mengalami pembatalan juga.



Simak Video "Menpora Optimis MotoGP Mandalika 2021 Tetap Terlaksana"
[Gambas:Video 20detik]
(din/rgr)